Kota Bekasi – Guna membentengi generasi muda dari pengaruh negatif kenakalan remaja serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan sejak dini, jajaran Polsek Bantargebang secara konsisten mengawal pembinaan di lingkungan sekolah. Pada Senin (8/6/2026) pagi pukul 07.30 WIB hingga selesai, Unit Binmas Polsek Bantargebang menggelar program pembekalan mental melalui kegiatan penyuluhan dan latihan kesamaptaan fisik. Langkah preemtif berskala masif ini dilaksanakan dengan menyasar langsung ratusan siswa-siswi di kompleks pendidikan SMKN 15 Kota Bekasi, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.
Sesuai garis instruksi Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi, S.H., M.M., intervensi kepolisian di tingkat sekolah sangat vital untuk membentuk kepribadian pelajar yang patuh hukum dan berkarakter kuat. Dalam pelaksanaannya di lapangan, agenda strategis ini dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Bantargebang AKP Jamingan dengan didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Padurenan Aipda Mugiono. Kehadiran para perwira dan bintara pembina ini disambut antusias oleh kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh staf manajemen sekolah.
Dalam sesi penyuluhan interaktif yang digelar di halaman utama sekolah, AKP Jamingan memberikan edukasi persuasif mengenai bahaya nyata perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga ancaman sanksi pidana terkait aksi tawuran jalanan. Pihak kepolisian mengimbau dengan keras agar siswa-siswi SMKN 15 Kota Bekasi bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan konvoi ataupun gesekan antarpelajar di luar jam sekolah. Pelajar diingatkan untuk fokus mengejar prestasi akademik demi membanggakan orang tua dan menjaga nama baik almamater.
Selain pembekalan materi teori, jajaran Unit Binmas juga memberikan pelatihan kesamaptaan fisik dan dasar-dasar Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Aipda Mugiono turun langsung memandu jalannya latihan fisik guna menumbuhkan sikap tampang yang tegap, ketangkasan, kekompakan, serta rasa tanggung jawab kolektif di dalam diri masing-masing siswa. Kombinasi antara penyuluhan hukum dan pembinaan fisik ini dirancang sebagai instrumen taktis untuk membangun kultur sekolah yang sehat, aman, adaptif, serta bebas dari segala bentuk perilaku menyimpang atau aksi kriminalitas remaja.
Rangkaian kegiatan pembinaan karakter dan kesamaptaan ini berlangsung dengan penuh semangat, ceria, serta ditutup dalam situasi yang sangat aman, tertib, dan kondusif. Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi menegaskan bahwa program go-to-school ini akan terus digulirkan secara berkesinambungan ke lembaga pendidikan tingkat menengah lainnya di wilayah hukum Bantargebang. Kepolisian juga mengingatkan pihak sekolah dan orang tua murid agar tidak ragu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau menggunakan layanan aduan cepat bebas pulsa Hotline Call Center 110 jika mendapati adanya potensi Guantibmas. (Risky)















