FIFA tengah menggodok perubahan aturan signifikan untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara musim panas mendatang. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu mempertimbangkan untuk menghapus seluruh kartu kuning sebanyak dua kali — yakni setelah fase grup berakhir, lalu kembali dilakukan usai perempat final.
Tujuannya jelas: menghindari skenario para bintang absen di laga-laga krusial babak gugur akibat akumulasi kartu kuning. Aturan baru ini siap menjadi salah satu topik panas yang dibahas dalam pertemuan FIFA Council di Vancouver, Selasa, sebelum Kongres FIFA yang dihadiri 211 asosiasi anggota berlangsung Kamis di kota tuan rumah Piala Dunia tersebut.
Mengapa Perubahan Ini Penting?
Pada edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya, hanya ada satu kali tahap penghapusan kartu kuning — yaitu setelah perempat final. Akibatnya, tim-tim peserta sering kehilangan pemain kunci di dua babak gugur sekaligus, yakni babak 16 besar dan perempat final, karena terkena akumulasi.
Skenario yang sudah berulang kali terjadi: pemain bintang baru saja menerima kartu kuning di laga grup, lalu harus bermain hati-hati selama tiga atau empat pertandingan berikutnya. Satu kali keceplosan tekel keras, langsung absen di partai semifinal yang sudah ditunggu jutaan suporter.
Format 48 Tim, Babak Gugur Lebih Panjang
Faktor pendorong utama lahirnya wacana ini adalah ekspansi besar-besaran turnamen. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia akan diikuti 48 negara peserta. Konsekuensinya, ada babak tambahan: babak 32 besar yang sebelumnya tidak ada di format 32 tim.
Dengan total laga babak gugur yang lebih banyak — mulai dari 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal, hingga final — risiko pemain absen akibat akumulasi kartu kuning di laga bertaruh tinggi pun otomatis meningkat. Tanpa penyesuaian aturan, FIFA berisiko menyajikan turnamen di mana banyak nama besar harus duduk di tribun saat panggung sedang puncak-puncaknya.
Yang Tidak Berubah: Ambang Suspensi dan Kartu Merah
Meski ada relaksasi, ambang batas untuk dapat hukuman tetap tidak berubah. Dua kartu kuning tetap berarti otomatis dilarang bermain pada laga berikutnya. Kartu merah pun tetap berkonsekuensi minimal satu pertandingan suspensi.
Aturan baru ini hanya akan memberikan ruang napas bagi pemain yang sudah mengantongi satu kartu kuning, agar tidak harus terus berjalan di atas tali tegang selama beberapa laga berikutnya. Dengan begitu, gaya bermain alami para pemain tidak terganggu kekhawatiran akan satu kartu kecil yang bisa membuat mereka absen di laga semifinal atau final.
1.600 Delegasi Padati Vancouver
Vancouver pekan ini menjadi pusat diskusi sepak bola dunia. Lebih dari 1.600 delegasi datang ke kota di pesisir barat Kanada itu untuk membahas topik-topik paling signifikan dalam dunia si kulit bundar.
Penyesuaian aturan kartu kuning hanya satu dari sederet agenda. Topik lain yang ikut dibahas mencakup potensi kembalinya Rusia ke sepak bola global, penentuan tuan rumah Piala Dunia mendatang, hingga sejumlah usulan perubahan aturan permainan lainnya.
Kanada, Laboratorium Inovasi FIFA
Pemilihan Vancouver sebagai venue diskusi perubahan aturan terasa simbolis. Liga domestik Kanada, Canadian Premier League, kini menjadi proyek percobaan FIFA untuk dua inovasi besar — Football Video Support (versi alternatif dari VAR) dan aturan offside baru ala Arsène Wenger yang dikenal dengan istilah “daylight offside law”.
Aturan offside Wenger ini menjadi salah satu yang paling kontroversial. Intinya, pemain hanya akan dianggap offside bila seluruh tubuhnya berada di belakang bek terakhir lawan — sebuah revolusi yang berpotensi membuat sepak bola modern lebih ofensif dengan banyak gol tercipta.
Vancouver Tunggu Tujuh Laga Piala Dunia
Setelah riuh rendah Kongres FIFA pekan ini, Vancouver akan kembali ke fokus utamanya: bersiap menjadi tuan rumah tujuh pertandingan di Piala Dunia 2026. Termasuk di antaranya dua laga timnas Kanada selaku tuan rumah bersama, ditambah satu laga babak 32 besar dan satu laga babak 16 besar.
Bagi para suporter sepak bola dunia, perubahan aturan kartu kuning ini bisa berarti satu hal sederhana: lebih banyak kesempatan menyaksikan bintang-bintang favorit beraksi di laga puncak — bukan duduk pasrah di bangku cadangan akibat satu kartu sial. Tinggal menunggu Kamis nanti, apakah palu benar-benar diketuk atau wacana ini layu sebelum berkembang. (Natalia)