Wapres Tinjau Pelatihan AI Santri Tremas di Pacitan

Berita16 Views

Pacitan – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan, Jawa Timur untuk memantau langsung pelaksanaan pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bagi para santri.

Wapres Gibran mengunjungi Perguruan Islam Pondok Tremas pada Kamis, sebagai bentuk silaturahmi sekaligus meninjau upaya penguatan generasi muda termasuk para santri untuk menghadapi transformasi digital.

“Karena penting sekali nanti ke depan untuk menghadapi tantangan zaman yang serba digital. Ini semua harus belajar dan santri-santri tidak boleh ketinggalan ya,” kata Gibran, Kamis (30/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat langsung proses dan hasil pembelajaran, berdialog dengan para santri, serta memastikan program pelatihan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas literasi teknologi di lingkungan pondok.

Wapres mengingatkan belajar robotik, belajar AI, dan belajarcodingpenting sekali untuk mengasah berpikir kritis dan berpikir komputasional santri, agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi.

Dalam sesi dialog dengan santri, Wapres Gibran sempat menanggapi kegelisahan salah satu santri yang mengaku khawatir dengan perkembangan teknologi. Santri tersebut menyampaikan ketakutannya kelak setelah lulus, banyak pekerjaan akan tergantikan oleh robot dan kecerdasan buatan.

“Banyak pekerjaan yang digantikan oleh AI, orang-orang juga hilang pekerjaannya, seperti di pabrik digantikan oleh robot,” kata santri tersebut seraya memberi contoh.

Menjawab hal itu, Wapres menegaskan manusia tetap memegang peran utama di balik teknologi.

“Robot yang bikin siapa? Itu manusianya kan? Itu AI bikinprompting, yangngetikprompting-nya masih manusia kan? Justru sekarang akan banyak pekerjaan-pekerjaan baru. Jadi,enggakusah takut. Manusiaenggakakan tergantikan,” kata Wapres.

Wapres menekankan kunci menghadapi perubahan adalah kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi.

“Saya yakin nanti ke depan bisa berguna, terutama kalau mereka nanti terjun ke dunia kerja dan ini yang namanya disrupsi teknologi semakin tidak bisa kita kontrol. Makanya kita harus selalu meng-upgrade diri,” katanya.

Sebelumnya, Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas K.H. Luqman Harist Dhimyathi menyampaikan harapannya agar program pelatihan teknologi itu dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada kegiatan kali ini saja.

“Semua yang kami dapatkan selama dua hari ini, berupa pelatihan-pelatihan teknologi, informasi, dan AI serta lainnya, mudah-mudahan bisa berkelanjutan, karena para santri kami sangat senang dan merasa mendapatkan ilmu yang luar biasa dengan ilmu teknologi ini,” katanya.

Sebagai informasi, Pelatihan AI dan Robotika ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 30 santri dan santriwati tingkat Madrasah Aliyah. Kegiatan ini memperkenalkan kurikulum robotik berbasiscomputational thinkinguntuk menguatkan logika, pemikiran matematis, dan kemampuan memecahkan masalah sejak dini.

Program itu menggunakan robot Whalesbot yang disusun bertahap dari level dasar hingga mahir. Melalui praktik langsung, santri belajar merakit dan memprogram robot sekaligus berpikir sistematis dan kritis.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, dan Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah. (Norman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *