Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku belum yakin bisa cepat berdamai dengan Iran. Trump ragu kesepakatan antara AS dan Iran akan segera tercapai di tengah negosiasi terkait program nuklir Teheran yang masih buntu, dan konflik kawasan yang masih terus berlangsung.
“Saya tidak tahu. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan menghadapi situasi yang sangat buruk. Iran punya kepentingan untuk mencapai kesepakatan,” kata Trump saat diwawancara BFMTV, Sabtu 16/5/2026).
Menurut sejumlah laporan media, Trump diperkirakan akan memutuskan dalam beberapa jam ke depan apakah AS akan melanjutkan serangan terhadap Iran atau tidak. Hingga berita ini diturunkan, pembicaraan yang bertujuan mengakhiri konflik dan membahas program nuklir Iran masih belum menghasilkan kesepakatan.
Setelah sempat saling melakukan agresi militer yang dipicu serangan udara gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) ke Teheran, Iran langsung meluncurkan serangan terhadap Israel dan sekutu AS di negara-negara Teluk, serta diikuti blokade Selat Hormuz.
Gencatan senjata sempat diberlakukan pada 8 April 2026 dengan bantuan mediasi dari Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen antara AS-Israel dan Iran. (Risky)















