Tigaraksa – Pemerintah bersiap menghadapi arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan melibatkan sekitar 143,9 juta orang. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis, terutama untuk mengurai titik kemacetan atau bottleneck di jalur utama.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik.
“Jasa Marga misalnya, kami dengan Kementerian Pekerjaan Umum juga ingin memastikan bahwa jalan-jalan utama, termasuk jalan arteri yang akan digunakan masyarakat selama mudik, terutama di Trans Jawa dan Trans Sumatera, termasuk kita mengantisipasi sejumlah titik bottleneck yang harus diurai dengan menyiapkan rest area, buffer zone, dan lain-lain,” ujar AHY seusai melepas tim liputan mudik B-Universe di kantor B-Universe, Tokyo Hub PIK 2, Tangerang, Banten, Selasa (10/3/2026).
AHY menjelaskan pemerintah telah memetakan periode puncak kepadatan arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 serta 18-19 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24-25 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
Selain mempersiapkan infrastruktur jalan, pemerintah juga berupaya meringankan beban masyarakat melalui berbagai program diskon tarif transportasi. Program tersebut mencakup potongan harga untuk tarif tol, tiket kereta api, hingga tiket pesawat yang dapat mencapai 17%.
Namun, AHY menegaskan bahwa kelancaran dan keselamatan perjalanan tetap sangat bergantung pada kedisiplinan para pengguna jalan.
“Infrastruktur kita siapkan, regulasi kita perketat, teknologi dan sistem juga kita gunakan dengan baik, termasuk pos-pos pengamanan, pos-pos kesehatan di sana-sini, tapi pada akhirnya yang menentukan keselamatan perjalanan adalah diri kita sendiri,” tegasnya.
AHY berharap pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan mudik sangat ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni keselamatan, kenyamanan, serta keterjangkauan biaya transportasi bagi masyarakat. (Risky)






