Jakarta – Perayaan ulang tahun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang berlangsung pada 14 April lalu menjadi sorotan publik.
Momen tersebut viral setelah beredarnya video yang memperlihatkan perayaan di sejumlah lokasi, termasuk di hotel mewah Four Seasons Hotel George V Paris, saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis.
Perayaan tersebut menuai kritik karena dinilai kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Chairman Strategic Indonesia, Christovita Wiloto, menilai kemewahan itu mencerminkan ketimpangan sosial yang mencolok.
“Tidur di kamar seharga Rp500 juta per malam saat rakyat antre beras murah menunjukkan hilangnya empati kepemimpinan,” tulis Christovita mengutip akun TikTok Christovita Wilota, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Christovita juga menyoroti penggunaan fasilitas kelas atas di luar negeri yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif publik.
“Alasan kunjungan kerja yang padat hanyalah bungkus untuk melegitimasi pemborosan uang negara,” ujarnya.
Menurutnya, simbol kemewahan seperti suite premium, fasilitas spa, hingga kolam renang indoor memperkuat kesan jarak antara elite dan masyarakat.
“Keputusan menginap di Signature Royal Suite yang harganya setara dengan rumah subsidi untuk rakyat kecil adalah bukti nyata bahwa elit kita sudah buta tuli,” ucapnya.
Dalam perbandingan yang mencuat di publik, perayaan tersebut kontras dengan gaya sederhana Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediarti Soeharto. Perayaan ulang tahun Titiek justru tampak lebih sederhana karena dirayakan di sela-sela rapat Komisi IV DPR RI, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Rekam Jejak Teddy Indra Wijaya
Teddy lahir 14 April 1989 merupakan seorang perwira menengah TNI Angkatan Darat berdarah Jawa-Minahasa.
Ia berasal dari keluarga tentara. Ayahnya Kolonel Inf. (Purn) Giyono dan Ibunya Mayor Caj (K) Patris R.A. Rumbayan.
Karier militernya dimulai pada tahun 2011 setelah lulus dari Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, yang ke depan direncanakan menjadi tempat penataran menteri-menteri Prabowo Subianto. Ia juga sempat mengikuti berbagai kursus militer spesialis di Kopassus.
Teddy juga mengikuti sekolah intelijen di Australia tahun 2015 dan selanjutnya mengikuti berbagai sekolah spesialis di Amerika Serikat seperti US Army Infantry School, Airbone School, Air Assault School, dan terutama Ranger School pada tahun 2020.
Teddy juga pernah menempuh pendidikan di US Army Infantry School dan lulus tahun 2019 dengan predikat International Honor Graduate di antara 185 siswa, yang terdiri dari 171 perwira Amerika dan 14 perwira asing.
Teddy pernah menjadi asisten ajudan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo. Sebelum akhirnya menjadi ajudan Prabowo Subianto ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan kemudian diangkat sebagai Sekretaris Kabinet pada 21 Oktober 2024.
Sementara itu, profil kekayaan Teddy turut menjadi perhatian. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK per 30 Maret 2026, total kekayaannya mencapai Rp20.116.632.669.
Mayoritas asetnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp9 miliar yang tersebar di Sragen, Minahasa, dan Bekasi. Selain itu, ia memiliki harta bergerak Rp7,7 miliar, serta kendaraan seperti Toyota Land Cruiser, Toyota Fortuner, dan Honda CR-V dengan total nilai Rp1,21 miliar.
Tidak tercatat adanya utang dalam laporan tersebut, sehingga total kekayaan bersihnya mencapai lebih dari Rp20,1 miliar, meningkat sekitar Rp4,7 miliar dibandingkan laporan tahun 2024. (Lucas)






