Harga Mobil Listrik di Inggris Kini Lebih Murah dari Mobil Bensin

Otomatif16 Views

Sejarah baru saja tercipta di jagat otomotif Inggris Raya. Untuk pertama kalinya, harga rata-rata mobil listrik (EV) baru secara resmi berada di bawah harga mobil berbahan bakar bensin. Fenomena ini menandai berakhirnya era di mana “harga awal yang mahal” menjadi penghalang utama bagi konsumen untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan.

Harga ini berdasarkan data terbaru dari Autotrader Group, platform jual beli mobil terbesar di Inggris, menyebutkan pergeseran harga ini menjadi sinyal kuat bahwa peta persaingan industri sedang berubah secara radikal.

Analisis menunjukkan bahwa harga rata-rata mobil listrik baru yang terdaftar kini berada di angka kira-kira 42.620 poundsterling (setara Rp988 juta). Angka ini secara mengejutkan lebih rendah dibandingkan model mesin bensin sebanding yang rata-rata dibanderol 43.405 poundsterling (setara Rp1 miliar).

Kondisi ini sangat kontras dengan situasi di Amerika Serikat, di mana label harga pada mobil listrik baru biasanya masih 15 persen lebih mahal daripada kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine atau ICE).

Perang Diskon dan Masuknya Pemain Baru

Bex Kennett, direktur performa di Autotrader, menjelaskan bahwa pasar mobil listrik kini menjadi sangat kompetitif. Ada beberapa faktor kunci yang mendorong penurunan harga ini dari pemerintah Inggris baru saja menggulirkan hibah EV baru tahun lalu yang memangkas harga sekitar 3.750 poundsterling untuk model-model tertentu. Lalu, produsen otomotif berada di bawah tekanan besar untuk memenuhi target kendaraan nol emisi, sehingga mereka melakukan diskon agresif demi mendongkrak volume penjualan. Ketiga, kehadiran model-model listrik berbiaya rendah dari manufaktur Tiongkok memaksa merek-merek mapan untuk ikut menurunkan harga agar tetap kompetitif.

Bagi konsumen, perubahan harga awal ini melengkapi keuntungan jangka panjang yang sudah ada. Meskipun biaya operasional dan perawatan EV secara tradisional memang lebih murah dengan biaya bahan bakar kurang dari setengah dan biaya perawatan hanya sepertiga dari mobil bensin dan keunggulan harga beli ini menjadi pemicu utama minat baru.

Hasilnya terlihat jelas pada data pasar. Kendaraan listrik berbasis baterai menyumbang 22 persen dari total penjualan mobil baru pada kuartal pertama tahun ini. Lonjakan ini juga didorong oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang membuat konsumen semakin fokus pada efisiensi energi jangka panjang. (Natalia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *