Dirgakkum Tutup Pelatihan Operator ETLE 2026, Korlantas Perkuat Penindakan Digital hingga 95%

Polri14 Views

Bogor – Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal resmi menutup pelatihan petugas operator Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sistem Dakgar tahun anggaran 2026, Rabu (29/4/2026).

Dalam keterangannya, Dirgakkum menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan. Ia menegaskan, pelatihan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung optimalisasi sistem penindakan berbasis teknologi.

“Ini adalah kegiatan untuk meningkatkan kemampuan operator ETLE, baik statis, handheld (perangkat genggam), maupun mobile (bergerak). Kegiatan ini akan terus berlanjut ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kemampuan operator menjadi krusial seiring arahan pimpinan Polri yang menekankan penggunaan ETLE sebagai tulang punggung penegakan hukum lalu lintas. Targetnya, hingga 95 persen penindakan pelanggaran dilakukan melalui sistem elektronik.

“Dengan target tersebut, kita harus menyiapkan SDM yang mumpuni, termasuk operator, serta memperkuat sinergi dengan criminal justice system (sistem peradilan pidana) seperti pengadilan dan kejaksaan,” jelasnya.

Selain peningkatan kualitas personel, Korlantas juga terus melakukan pembaruan perangkat ETLE agar mampu memberikan bukti penindakan yang akurat dan transparan kepada masyarakat. Pengembangan dilakukan pada seluruh jenis perangkat, baik on-board (terpasang di kendaraan), mobile, handheld, maupun kamera statis.

Brigjen Pol Faizal menegaskan, implementasi ETLE tidak semata-mata untuk penindakan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Dengan sistem ini, diharapkan kepatuhan dapat terbentuk tanpa kehadiran langsung petugas di lapangan.

“Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran dan kepatuhan. Jika masyarakat tertib, maka angka kecelakaan dan fatalitas pasti akan menurun,” ungkapnya.

Ia juga berharap para peserta pelatihan yang merupakan perwakilan dari berbagai Polda dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Usai mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan kerja di wilayahnya.

“Mereka akan menjadi mentor dan instruktur di satuannya, sehingga ilmu yang didapat selama pelatihan ini bisa berkembang lebih luas,” pungkasnya.

Ke depan, Korlantas Polri juga membuka peluang untuk menggelar pelatihan serupa secara terpusat di daerah, guna mempercepat pemerataan kemampuan operator ETLE di seluruh Indonesia. (Lucas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *