Ribuan Jenazah Diperkirakan Masih Terkubur di Reruntuhan Jalur Gaza

Berita39 Views

Gaza – Sekitar 8.000 jenazah warga Palestina diyakini terperangkap di bawah reruntuhan di Jalur Gaza, di mana kurang dari 1 persen puing telah dibersihkan setelah perang genosida Israel selama dua tahun di wilayah tersebut, menurut laporan media Israel, mengutip seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Surat kabar Haaretz, mengutip seorang pejabat anonim dari Program Pembangunan PBB (UNDP) mengatakan, lambatnya proses pembersihan puing berarti proses tersebut dapat memakan waktu hingga tujuh tahun.

Ribuan jenazah masih terkubur di bawah bangunan yang runtuh di seluruh wilayah tersebut, tambah pejabat itu, sementara keluarga terus menunggu untuk menemukan dan menguburkan kerabat mereka.

Penilaian ini didasarkan pada data dari otoritas pertahanan sipil Palestina, yang telah memperingatkan tentang kekurangan peralatan dan kapasitas yang parah, yang memperlambat upaya untuk membersihkan area kehancuran yang luas.

Terpisah, sumber medis di Gaza mengonfirmasi jumlah korban tewas Palestina akibat agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza telah meningkat menjadi 72.610, dengan 172.448 orang terluka sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Mereka menambahkan, jumlah total warga Palestina yang tewas sejak dimulainya gencatan senjata pada 11 Oktober 2025 telah mencapai 830, sementara korban luka telah meningkat menjadi 2.345. Selain itu, 767 jenazah telah ditemukan dari bawah reruntuhan.

Tim medis juga mengatakan bahwa beberapa korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan, karena ambulans dan tim penyelamat masih belum dapat menjangkau mereka karena kondisi di lapangan yang masih belum memungkinkan.

Infrastruktur sipil di Jalur Gaza diperkirakan hancur 90 persen sejak konflik terbaru pecah tahun 2023. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi sekitar 70 miliar dolar AS. (Lucas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *