Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan investigasi internal terkait dugaan penggelembungan harga atau markup pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat rampung dalam waktu maksimal tiga pekan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan investigasi dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemensos sebagai tindak lanjut atas kritik dan masukan masyarakat terkait dugaan pengadaan barang dengan harga yang dinilai terlalu mahal.
“Kami tindak lanjuti yang dokumen dan buktinya cukup. Kami berikan kesempatan kepada Irjen untuk mendalami dengan baik. Target pendalaman ini paling lama tiga minggu. Insya Allah awal bulan depan hasilnya sudah bisa disampaikan oleh Pak Irjen,” kata Saifullah Yusuf usai memimpin Apel Ikrar Anti Korupsi di Kantor Kementerian Sosial, Senin (18/5/2026).
Sebagai langkah awal, Kemensos membebastugaskan dua pejabat terkait guna mempermudah proses evaluasi dan investigasi. Kedua pejabat tersebut yakni Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Sekretariat Jenderal Kemensos serta Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara.
Mensos memastikan investigasi tidak hanya mencakup pengadaan tahun 2026 yang masih berjalan, tetapi juga program pengadaan yang telah dilaksanakan pada 2025.
Menurutnya, seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan bersikap kooperatif dan siap menjalani audit.
“Nanti setelah ada laporan lengkap dari Pak Irjen, akan ada evaluasi dan hasil investigasi. Semuanya akan kita tindak lanjuti, apakah dengan sanksi internal atau kita teruskan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.
Selain melakukan investigasi internal, Kemensos juga meminta masukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperbaiki tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan kementerian.
Saifullah Yusuf mengatakan pembenahan akan dilakukan mulai dari aspek sumber daya manusia hingga sistem perencanaan pengadaan.
“Masukan dari KPK banyak sekali dan akan kita tindak lanjuti. Saat ini kami mengevaluasi perencanaannya, baru kemudian dilanjutkan ke pengadaannya. Ini semua adalah bagian dari pencegahan dini dan bentuk apresiasi kami terhadap seluruh pendapat masyarakat,” katanya. (Risky)















