Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengatakan ia menolak untuk terlibat dalam permainan pikiran menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Jepang pada Selasa (30/6/2026), dini hari WIB.
Selecao akan menghadapi Jepang dalam salah satu laga babak gugur yang terbilang paling seimbang di atas kertas. Kedua tim tidak terkalahkan di grup masing-masing.
Brasil bermain imbang 1-1 kontra Maroko kemudian mengalahkan Haiti dan Skotlandia masing-masing 3-0 untuk lolos sebagai juara Grup C.
Sementara Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda sebelum menang 4-0 atas Tunisia dan bermain imbang 1-1 dengan Swedia untuk finis di posisi kedua Grup F.
Brasil akan menjadi favorit dalam pertandingan nanti, tetapi Jepang belum kalah sejak kekalahan 0-2 dari Amerika Serikat pada September 2025.
Sejak saat itu, Jepang telah mencatatkan 10 pertandingan tanpa kekalahan, termasuk kemenangan mengesankan atas Inggris di Stadion Wembley dan Brasil di Tokyo.
Dengan latar belakang itulah, Kento Shiogai, striker Wolfsburg berusia 21 tahun yang hanya bermain enam menit untuk Jepang di Piala Dunia 2026, mengisyaratkan bahwa Brasil ialah raksasa yang sedang jatuh.
Namun, Ancelotti enggan menanggapi psywar itu dan lebih memilih fokus ke pertandingan nanti.
“Saya tidak akan mengulangi apa yang dikatakan orang lain. Kami fokus pada pertandingan, pada kualitas lawan, pada persiapan yang baik untuk menghindari masalah.”
“Itulah inti dari persiapan pertandingan. Kami tidak melakukan apa yang mereka sebut di Inggris sebagai permainan pikiran. Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Portugis? Permainan pikiran. Kami tidak akan melakukan itu,” kata Ancelotti.
Salah satu momen besar kemenangan Brasil atas Skotlandia ialah kembalinya Neymar, yang melakukan penampilan pertamanya untuk Brasil setelah lebih dari tiga tahun.
Neymar dimasukkan ke dalam skuad Piala Dunia 2026 sebelum ia absen dalam pertandingan persahabatan melawan Panama dan Mesir karena cedera betis kanan. Penyerang Santos itu juga absen dalam dua pertandingan pembuka Brasil di fase grup Piala Dunia 2026.
Namun, ia kembali bermain melawan Skotlandia di laga pemungkas grup dan tampil mengesankan, yang sangat menggembirakan bagi Ancelotti.
Pelatih asal Italia itu juga mengatakan bahwa Neymar fit untuk bermain lebih dari 15 menit seperti yang ia tunjukkan melawan Skotlandia.
“Neymar telah berkembang dengan sangat baik. Saya pikir dia banyak meningkat minggu lalu. Sayang sekali dia tidak bisa berlatih sepanjang waktu saat bersama kami.”
“Dia bisa bermain lebih dari 15 menit. Dia dalam kondisi bagus. Namun, itu sangat bergantung pada konteks pertandingan dan bagaimana perkembangannya besok,” ujar Ancelotti. (Natalia)






