Jakarta – Perjalanan wisatawan menuju kawasan wisata alam di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, kini semakin nyaman. Ruas Jalan Cik Di Tiro yang sebelumnya sempit dan hanya dapat dilalui satu kendaraan kecil, kini telah berubah menjadi jalan yang lebih lebar dan mampu dilintasi kendaraan besar hingga bus pariwisata.
Peningkatan Jalan Cik Di Tiro merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dalam Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan Jalan Teuku Cik Di Tiro sepanjang 928 meter menjadi akses yang lebih lebar, aman, dan nyaman, sehingga membuka peluang lebih besar bagi berkembangnya sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan Program Inpres Jalan Daerah merupakan upaya pemerintah menghadirkan infrastruktur yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Jalan yang semakin baik tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian, membuka akses menuju pusat-pusat ekonomi dan pariwisata, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Program Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir, dan menghubungkan langsung wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara jauh lebih efisien dan berkelanjutan. Dampaknya akan langsung terasa di lapangan, waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat, biaya angkut logistik dapat ditekan, serta risiko kerusakan hasil panen selama perjalanan dapat diminimalkan,” kata Menteri Dody.
Peningkatan Jalan Cik Di Tiro membuka akses yang lebih baik menuju kawasan perbukitan, ekowisata, wisata edukasi, hingga wisata keluarga yang menjadi daya tarik utama di Kemiling. Dari ruas Jalan Cik Di Tiro, wisatawan dapat menuju sejumlah destinasi wisata unggulan di Kemiling seperti Kampung Vietnam, Farm Day Mountain Side, Lengkung Langit, hingga Lembah Durian Farm Stable.
Kementerian PU meningkatkan Jalan Cik Di Tiro sepanjang 928 meter dengan dua jalur selebar 15 meter menggunakan konstruksi rigid beton. Ruas jalan dilengkapi dengan bahu jalan, trotoar batu alam, saluran drainase, dan lampu penerangan jalan untuk menambah kenyamanan penggunan jalan. Pekerjaan IJD Jalan Cik Di Tiro didanai APBN Tahun Anggaran 2025 senilai Rp19,41 miliar dan telah rampung pada 10 Januari 2026.
Setelah pembangunan selesai, aset Jalan Cik Di Tiro akan diserahkan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung sesuai kewenangannya. Peningkatan Jalan Cik Di Tiro juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kota Bandar Lampung yang berhasil meraih Juara III Kategori Pemerintah Kota pada Lomba Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Kebinamargaan dalam rangka Hari Jalan Tahun 2024.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian PU melalui Program Inpres Jalan Daerah. Menurutnya, peningkatan Jalan Cik Di Tiro menjadi bukti nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PU atas pembangunan Jalan Cik Di Tiro melalui Program Inpres Jalan Daerah. Infrastruktur ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk menghadirkan konektivitas yang semakin baik, mendukung pengembangan kawasan wisata Kemiling, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga,” ujar Eva Dwiana.
Penanganan Jalan Teuku Cik Di Tiro merupakan salah satu ruas yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara serentak di Kabupaten Sampang, Madura, beberapa waktu lalu. Melalui program IJD, pemerintah menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih andal untuk memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi hasil produksi, serta mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi dan pariwisata di berbagai daerah, termasuk kawasan wisata Kemiling di Kota Bandar Lampung. (Norman)








