Percepatan Perbaikan Jembatan di Aceh, Konektivitas Pascabencana Kian Pulih

Infrastruktur11 Dilihat

Jakarta – Penanganan permanen pada sejumlah jembatan di Provinsi Aceh guna memulihkan konektivitas wilayah yang sempat terganggu akibat bencana terus dikebut Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik kembali berjalan lancar serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga kemantapan dan konektivitas jalan nasional di Aceh, termasuk pada ruas-ruas yang terdampak bencana maupun yang membutuhkan penanganan darurat. Menurutnya, aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan infrastruktur.

“Perbaikan dilakukan agar jembatan kembali aman dilalui sehingga konektivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga,” kata Menteri Dody.

Adapun penanganan permanen tersebut dilaksanakan melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Salah satu proyek yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah penanganan permanen Jembatan Lawe Mengkudu I di Kabupaten Aceh Tenggara yang dapat menghubungkan ke wilayah Gayo Lues.

Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan telah mencapai 83,72 persen. Jembatan lama yang rusak akibat bencana dibongkar dan digantikan dengan konstruksi baru yang lebih kokoh dan aman untuk mendukung mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, pembangunan permanen Jembatan Lumut di Kabupaten Aceh Tengah juga terus dikebut. Progres fisik proyek tersebut telah mencapai 73,80 persen pada awal Juli 2026. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian pasangan batu di sisi kiri dan kanan jalan pendekat jembatan sebagai pengaman untuk meningkatkan stabilitas konstruksi sekaligus melindungi badan jalan dari potensi kerusakan.

Di Kabupaten Aceh Utara, penanganan pascabencana Jembatan Ulee Langa juga terus menunjukkan hasil positif. Hingga 1 Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 72,79 persen. Pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi proses curing beton serta fabrikasi besi pelat injak sebagai bagian dari tahapan penyelesaian konstruksi.

Selain jembatan, Kementerian PU juga melakukan penanganan secara permanen pada sejumlah ruas jalan nasional di Aceh. Salah satunya di 13 ruas jalan nasional pada Koridor Lintas Timur, di antaranya ruas Beureunuen–Batas Pidie Jaya, Meureudu–Bireuen, Peureulak–Langsa hingga Kuala Simpang–Batas Sumatera Utara.

Adapun di Lintas Barat, pekerjaan difokuskan pada dua ruas jalan, yakni Genting Gerbang – Celala – Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya dan Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhokseumot – Jeuram. Untuk di Lintas Tengah Aceh, sebanyak 13 jembatan dan 322 titik longsor sudah tertangani dengan fungsional.

Dari 13 jembatan tersebut, 10 diantaranya akan ditangani permanen tahun ini. Penanganan mencakup sejumlah lokasi yang tersebar mulai dari wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara hingga Bener Meriah. Pekerjaan yang dilaksanakan selain memperbaiki badan jalan dan jembatan, dilaksanakan juga penguatan lereng dan tebing sungai untuk meminimalisir risiko. (Natalia)

Komentar