Rumah Adat Hiliamaetaniha di Nias Terancam Cuaca Ekstrem, Fadli Zon Janji Turun Tangan

Berita20 Dilihat

Nias Selatan – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan pemerintah akan menindaklanjuti upaya pelestarian Desa Adat Hiliamaetaniha di Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara. Fokus utama yang disiapkan ialah menjaga rumah-rumah tradisional yang menghadapi ancaman kerusakan akibat kondisi geografis dan cuaca ekstrem.

Komitmen itu disampaikan Fadli saat meninjau langsung Desa Adat Hiliamaetaniha, Selasa (28/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi warisan budaya sekaligus memetakan langkah pelestarian yang dapat dilakukan pemerintah.

Menurut Fadli, letak desa di kawasan perbukitan membuat rumah-rumah adat menghadapi risiko longsor dan dampak cuaca ekstrem. Karena itu, upaya pelestarian harus segera disiapkan agar bangunan bersejarah tersebut tetap terjaga.

“Melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Utara, kami akan melihat apa saja yang dapat kita lakukan bersama berbagai pihak. Yang terpenting, rumah-rumah adat ini tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin ekstrem,” kata Fadli.

Ia menilai Desa Adat Hiliamaetaniha menjadi contoh kuatnya peran masyarakat dalam mempertahankan identitas budaya. Di tengah berbagai tantangan alam, masyarakat tetap menjaga keberadaan rumah adat dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

“Desa ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Meskipun berada di kawasan perbukitan dengan berbagai tantangan, adat, budaya, dan tradisi di sini tetap hidup karena dijaga oleh masyarakat. Ini menjadi bagian dari kekuatan budaya yang harus terus kita rawat bersama,” ujarnya.

Selain rumah adat, Fadli mengapresiasi masyarakat yang masih melestarikan tradisi lompat batu, tarian adat, dan tradisi lisan. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjaga bangunan bersejarah, tetapi juga memastikan nilai, pengetahuan, dan praktik budaya tetap hidup di tengah masyarakat.

Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Utara akan mengidentifikasi bentuk dukungan yang dapat diberikan untuk menjaga keberlanjutan desa adat tersebut.

Ikut mendampingi Fadli dalam kunjungan itu antara lain Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Direktur Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Utara Sukronedi. (Fredy)

Komentar