Polres Kulon Progo Siagakan Personel Hadapi Ancaman Karhutla di Tengah Fenomena El Nino

POLRI36 Dilihat

DIY – Polres Kulon Progo menggelar Apel Kesiapan Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Mapolres Kulon Progo sebagai langkah antisipasi terhadap potensi meningkatnya ancaman kebakaran selama musim kemarau.

Apel tersebut dihadiri Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H., Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, serta personel gabungan. Turut hadir Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., jajaran Forkopimda, dan instansi terkait.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergitas lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla. Kondisi iklim yang semakin kering dan meningkatnya suhu udara menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di kawasan perbukitan dan lahan kering.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengatakan kondisi iklim saat ini perlu disikapi dengan kesiapsiagaan seluruh pihak. Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, tidak hanya mengandalkan petugas ketika kebakaran telah terjadi.

“Dengan kondisi seperti ini, kita perlu menunjukkan sikap kesigapan dalam mengantisipasi Karhutla. Peran Bapak dan Ibu semua sangat penting. Keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Ambar Purwoko.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kesiapan dalam menghadapi potensi Karhutla. Kesiapsiagaan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam melakukan pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Sementara itu, Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi Karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

“Ini adalah bagian dari tugas kita. Laksanakan dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas. Tingkatkan kepedulian, terutama terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan kerawanan di musim El Nino,” tegasnya.

Dandim juga meminta seluruh unsur terkait mengedepankan langkah antisipasi sebelum kebakaran terjadi. Kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan potensi kerawanan dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas.

“Antisipasi sebelum terjadi kebakaran. Tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan potensi kerawanan, sehingga setiap kemungkinan terjadinya Karhutla dapat dicegah sedini mungkin,” tambahnya.

Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat menambahkan bahwa kondisi iklim perlu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Kita menghadapi El Nino yang kemungkinan sampai tahun 2027 akan menyebabkan banyak hal. Mudah-mudahan tidak berkepanjangan. Dengan sinergi dan komunikasi kita semua, mudah-mudahan segala potensi yang ada dapat kita antisipasi bersama,” ungkapnya.

Kapolres menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Damkar, relawan, hingga masyarakat.

Karena itu, jajaran diminta terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi serta mengoptimalkan patroli terpadu dan deteksi dini, terutama di kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran seperti perbukitan Menoreh dan wilayah dengan lahan kering.

Selain kesiapsiagaan personel, Kapolres menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Sarana dan prasarana pemadaman juga diminta dipastikan dalam kondisi siap digunakan.

“Kita laksanakan koordinasi, komunikasi dan sinergitas di setiap kesempatan. Kesiapsiagaan harus kita bangun bersama, sehingga apabila terjadi kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas,” tegas AKBP Ridho Hidayat.

Kapolres juga mengingatkan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan profesional terhadap pihak yang dengan sengaja maupun karena kelalaian berat menyebabkan terjadinya Karhutla.

Melalui apel kesiapan tersebut, Polres Kulon Progo bersama TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat berkomitmen memperkuat langkah pencegahan serta deteksi dini. Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran sekaligus menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat di wilayah Kabupaten Kulon Progo. (Risky)

Komentar