Norton Manx R Diuji Sampai 500.000 Km

Otomatif13 Dilihat

Norton menghabiskan lebih dari 500.000 km untuk mengembangkan dan menguji Manx R. Superbike bermesin V4 1.200 cc itu mendapat pujian soal tenaga, suara mesin, dan pengereman. Namun, hasil uji di jalan dan sirkuit masih menemukan sejumlah kekurangan, terutama respons gas dan kelincahan.

MotorCycleNews atau MCN dikutip Kamis, 13 Agustus,

Pihak Norton menyebut, Manx R diuji lebih dari 20.000 km di sirkuit dengan membuat lebih dari 100 prototipe, menjalankan lebih dari 700 pengujian, serta melibatkan lebih dari 50 pengendara, mulai dari pengguna biasa hingga juara Isle of Man TT dan pebalap Supersport Italia.

Sebelum menentukan spesifikasi mesin, Norton memasang sistem pencatat data berkendara pada motor pengembangan dan motor pesaing. Sistem itu merekam putaran mesin, bukaan gas, posisi gigi, suhu, dan data lain selama 218.000 km penggunaan.

Hasilnya menunjukkan lebih dari 98 persen waktu berkendara berlangsung dari putaran mesin rendah hingga 7.000 rpm. Karena itu, Norton memilih menghasilkan tenaga dorong yang lebih mudah digunakan dalam pemakaian sehari-hari, bukan sekadar mengejar tenaga puncak.

Mesin V4 1.200 cc bersudut 72 derajat itu diklaim menghasilkan 206 bhp pada 11.500 rpm dan torsi 96 lb.ft atau sekitar 130 Nm pada 9.000 rpm. Sebanyak 77 persen torsinya sudah tersedia sejak 5.000 rpm.

Sebagai perbandingan, Ducati Panigale V4 menghasilkan 213 bhp pada 13.500 rpm, sedangkan BMW S1000RR mencapai 206 bhp pada 13.750 rpm.

“Kalau Anda meminta pengendara percaya pada superbike baru dari Norton, Anda harus menyodorkan bukti,” kata Chief Technical Officer Norton Brian Gillen.

Hasil uji MCN selama dua hari menggunakan Manx R Signature cukup menguatkan pendekatan tersebut. Mesinnya dinilai nyaman digunakan pada putaran 5.000 hingga 9.000 rpm, sementara suara knalpot standarnya mendapat pujian tinggi.

Namun, tidak semuanya mulus.

MCN menemukan sedikit jeda saat grip gas pertama kali diputar. Respons ini dinilai kurang sesuai dengan harapan dari sistem gas elektronik modern atau ride-by-wire.

Kopling juga dinilai cukup tajam hingga mesin mudah mati saat mulai berjalan. Ketika mesin masih dingin, posisi netral juga sulit ditemukan.

Kelincahan menjadi catatan lain. Norton tidak membuat rangka terlalu kaku agar pengendara tetap bisa merasakan respons motor saat menikung. Namun, bobot yang sekitar 12 kg lebih berat dibanding Ducati Panigale V4S ikut membuat Manx R terasa lebih berat dikendalikan di jalan pegunungan berkelok.

Di sirkuit, MCN juga menilai motor membutuhkan tenaga fisik cukup besar untuk dikendalikan. Jarak sumbu roda 1.435 mm membuat roda depan mudah terangkat dengan agresif. Stabilitasnya juga belum sepenuhnya tenang meski memakai peredam kemudi Marzocchi.

Pengereman justru menjadi salah satu kekuatan. Kaliper Brembo Hypure dinilai memberikan daya pengereman dan rasa pengereman yang sangat baik.

Norton menguji Manx R di lima negara dengan kondisi berbeda. Inggris dipakai untuk daya tahan dan cuaca dingin, Italia untuk suhu di atas 45 derajat Celsius, Spanyol untuk pengujian kelayakan dan rem, Austria untuk ketinggian lebih dari 2.500 meter, serta India untuk suhu tinggi dan kondisi jalan berat.

Mesin juga menjalani uji daya tahan selama 100 jam yang diklaim setara dengan 150.000 km dan 40 juta putaran poros engkol.

Meski pengujiannya panjang, MCN menilai Manx R masih menunjukkan karakter motor generasi pertama. Respons gas, kerja mesin pada kecepatan rendah, kestabilan di sirkuit, serta konsumsi bahan bakar masih menjadi catatan.

Dengan tangki 14,5 liter, jarak tempuhnya disebut kurang dari 169 km.

Harga Manx R di Inggris dimulai dari 20.250 poundsterling. Varian Apex dibanderol 24.750 poundsterling dan Signature 38.750 poundsterling. Seluruh varian mendapat garansi 36 bulan, sementara pengiriman di Inggris sudah dimulai. (Natalia)

Komentar