Karhutla di Kalimantan Semakin Parah, Ketua DPR: Butuh Intervensi Cepat

Politik5 Dilihat

Jakara – Ketua DPR RI Puan Maharani, meminta Pemerintah segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang melanda sejumlah wilayah di Kalimatan dan menyebabkan berbagai persoalan.

“Lonjakan titik panas Karhutla harus diperlakukan sebagai situasi yang membutuhkan intervensi cepat. Kondisi Karhutla yang semakin parah, terutama di Kalimantan, harus segera diatasi,” kata Puan, dalam keterangan persnya, Jumat (21/8/2026).

Pihaknya juga meminta Pemerintah segera menetapkan zona operasi prioritas Karhutla berdasarkan kombinasi hotspot berulang, kondisi gambut, kekeringan, arah angin, kedekatan dengan permukiman, dan kapasitas pemadaman daerah.

“Kabupaten dengan risiko tertinggi harus mendapat tambahan personel, pompa, kendaraan tangki, sumber air, serta dukungan udara untuk pemadaman,” ungkapnya.

Ia pun mendorong Pemerintah pusat untuk memberikan bantuan, khususnya bagi daerah yang kewalahan dalam penanganan Karhutla, dan meminta agar pemerintah langsung mengambil alih dukungan jika kapasitas daerah tidak memadai.

Di samping itu, Puan juga menekankan pentingnya kelengkapan infrastruktur pemadaman api dan meminta agar petugas di lapangan diberikan perlengkapan yang memadai dan kebutuhan alat pelindung diri serta safety tools, guna terlindung dari kobaran api.

“Ini untuk melindungi petugas dari kobaran api, panas ekstrem, dan asap pekat di lapangan. Kondisi Karhutla di Kalimantan sudah sangat mengkhawatirkan sehingga intervensi pemadaman titik api harus cepat dilakukan, dan dengan cara efektif,” tandasnya.

Diketahui, Karhutla di sejumlah kabupaten/kota di Kalimatan terus meluas. Selain menyebabkan kualitas udara memburuk, kabut asap pekat dampak karhutla juga menurunkan jarak pandang drastis di sejumlah wilayah. (Natalia)

Komentar