Petenis Indonesia Janice Tjen harus mengakhiri perjuangannya pada US Open 2026 setelah kalah dari unggulan kelima Mirra Andreeva dari Rusia 2-6, 2-6 pada babak pertama di Louis Armstrong Stadium, New York, Amerika Serikat, Rabu (2/9/2026) WIB.
Janice mencoba memberikan perlawanan kepada Andreeva sejak awal pertandingan. Dia mampu menjaga kedudukan tetap ketat hingga 2-2 pada set pertama, sebelum permainan agresif dan konsisten Andreeva mulai membuat petenis berusia 24 tahun itu berada dalam tekanan.
Andreeva kemudian merebut empat gim berturut-turut untuk mengamankan set pertama dengan skor 6-2.
Situasi serupa terjadi pada set kedua. Janice sempat mengawali set dengan baik dan unggul 1-0, tetapi Andreeva segera merespons dengan merebut servis Janice pada gim ketiga.
Petenis yang saat ini berada di peringkat 36 dunia itu berupaya mempertahankan persaingan dan sempat mendekat pada kedudukan 3-2. Namun, Andreeva kembali menemukan momentum dan menutup pertandingan dengan merebut tiga gim berikutnya.
Menurut statistik WTA, Janice tidak mendapatkan satu pun peluang break point dalam pertandingan tersebut. Sebaliknya, Andreeva memperoleh empat peluang dan seluruhnya berhasil dikonversi menjadibreak.
Dari sisi servis, Janice mencatat satuacedan dua kesalahan ganda. Dia memasukkan 29 dari 48 servis pertama atau 60,4 persen, dengan 17 di antaranya menghasilkan poin.
Janice juga hanya memenangi 31 dari total 89 poin pertandingan. Sementara Andreeva menguasai 58 poin atau 65,2 persen dari keseluruhan poin.
Kekalahan tersebut menjadi yang kedua bagi Janice dari Andreeva dalam waktu 14 hari. Sebelumnya, kedua petenis bertemu pada babak 32 besar Cincinnati Open dengan Janice memberikan perlawanan kuat hingga tie-break pada dua pekan lalu.
Hasil tersebut juga membuat Janice belum mampu mengulang pencapaiannya di US Open 2025. Tahun lalu, Janice berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan ke-24 Veronika Kudermetova pada babak pertama.
Kemenangan tersebut mengantarkan Janice ke babak kedua turnamen Grand Slam tersebut dan menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya, sebelum langkahnya dihentikan petenis Inggris Emma Raducanu. (Sinta)













Komentar