Bertolak ke Sumut, Wapres Ingin Pastikan Pemulihan Pasca Bencana Berjalan Optimal

Politik9 Dilihat

Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka kembali berkunjung ke Sumatra Utara (Sumut), Jumat (4/9/2026), untuk meninjau langsung perkembangan penanganan dan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

Kehadiran Gibran menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan proses pemulihan bencana terus berlanjut, serta memastikan kendala yang dialami di masa transisi tertangani dengan baik dan masyarakat dapat segera bangkit.

Dalam kunjungannya, Gibran juga akan meninjau pembangunan dan perbaikan sejumlah fasilitas serta infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana. 

“Pemulihan tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur, tetapi juga memperkuat perlindungan masyarakat dari potensi bencana di masa mendatang,” kata Gibran dalam keterangannya. 

Gibran menyampaikan, infrastruktur yang lebih tangguh diharapkan dapat mendukung pemulihan wilayah, meningkatkan ketahanan kawasan, serta memastikan warga kembali hidup aman, produktif, dan mandiri.

“Pemenuhan kebutuhan tempat tinggal menjadi bagian penting dalam pemulihan masyarakat terdampak, khususnya selama masa transisi pascabencana,” ucapnya. 

Selain itu, Gibran akan meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) serta memastikan penyediaan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang tempat tinggalnya terdampak bencana. Termasuk  akan menyerap langsung aspirasi dan keluhan masyarakat terdampak untuk mengetahui berbagai kendala yang masih dihadapi selama masa pemulihan. 

Karena, masukan dari masyarakat akan menjadi perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar maupun kebutuhan penunjang kehidupan warga. Sehingga dukungan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan membantu warga kembali menjalankan aktivitas, memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi, serta berangsur-angsur mandiri.

Kehadiran Gibran di wilayah terdampak merupakan wujud kehadiran negara untuk mengawal pemulihan pascabencana di Sumut hingga tuntas. 

“Oleh karena itu, penanganan tidak berhenti pada perbaikan kerusakan, tetapi sekaligus memperkuat ketangguhan wilayah dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” tukasnya. (Latupapua)

Komentar