Mitsubishi Siapkan Dua Pajero Ukuran Kecil

Otomatif8 Dilihat

Mitsubishi berencana memperluas keluarga Pajero dengan dua model baru berukuran lebih kecil dari Pajero terbaru berbasis Triton. Salah satunya merupakan SUV kompak yang disebut berpotensi kembali membawa nama Pajero ke segmen kendaraan kecil.

Rencana tersebut disampaikan Presiden sekaligus Direktur Operasional Mitsubishi, Keisuke Kishiura, saat peluncuran global Mitsubishi Pajero terbaru. Dua model tambahan itu akan ditempatkan di bawah Pajero utama yang menggantikan posisi Pajero Sport dan Pajero sebelumnya.

Mitsubishi memperlihatkan siluet kedua model tersebut dalam presentasi. Perusahaan menyebut keduanya sebagai SUV kompak dan SUV kecil, meski belum mengungkapkan spesifikasi maupun jadwal peluncurannya.

Model yang lebih kecil diperkirakan mengambil bentuk kendaraan kei car, sehingga akan menandai kembalinya nama Pajero ke segmen mobil perkotaan setelah Pajero Mini.

Jika diwujudkan, model tersebut berpotensi menjadi pesaing Suzuki Jimny. Namun, konstruksinya kemungkinan berbeda dari Jimny yang menggunakan sasis tangga untuk menunjang kemampuan berkendara di medan berat.

Pajero berukuran kecil itu diperkirakan berbagi konstruksi monokok dengan Mitsubishi eK. Dengan pendekatan tersebut, Mitsubishi dapat menghadirkan kendaraan berukuran ringkas tanpa menggunakan konstruksi sasis yang lebih berat.

Selain model kecil tersebut, Mitsubishi juga menyiapkan SUV berukuran lebih besar yang diperkirakan memiliki daya tarik lebih luas di pasar global. Model ini diproyeksikan menjadi versi Pajero yang lebih kecil dan lebih terjangkau dibandingkan Pajero terbaru.

Salah satu kemungkinan adalah Mitsubishi menggunakan sasis tangga dengan ukuran yang diperkecil. Pendekatan tersebut akan mempertahankan kemampuan berkendara di medan berat yang selama ini menjadi bagian penting dari karakter Pajero.

Model tersebut juga berpotensi dikembangkan bersama Nissan Xterra. Jika terealisasi, kendaraan itu bahkan disebut berpeluang dipasarkan di Amerika Serikat menggunakan nama Montero.

Namun, penggunaan sasis tangga juga dapat membatasi daya tarik kendaraan untuk konsumen umum. Selain kemampuan di medan berat, efisiensi bahan bakar menjadi pertimbangan penting bagi konsumen di tengah perubahan harga bahan bakar.

Karena itu, Mitsubishi juga berpeluang menggunakan konstruksi monokok untuk SUV Pajero yang lebih kecil. Salah satu kemungkinan adalah memanfaatkan platform CMF yang digunakan Mitsubishi Outlander dan Nissan X-Trail.

Dengan konstruksi tersebut, Pajero berukuran lebih kecil dapat masuk ke segmen SUV C yang memiliki persaingan ketat. Selain merek Jepang seperti Honda CR-V, segmen tersebut juga dipenuhi berbagai SUV asal China.

Mitsubishi sendiri sebelumnya pernah memiliki pengalaman dengan Pajero iO yang dipasarkan pada 1998 hingga 2007. Model rancangan Pininfarina itu menggunakan konstruksi monokok dengan tampilan yang mengambil karakter Pajero berukuran lebih besar.

Pajero iO juga menggunakan mesin bensin yang berasal dari keluarga Lancer dan pernah dipasarkan di Malaysia sebagai alternatif berukuran lebih kecil dari Pajero.

Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu dasar bagi Mitsubishi jika memilih kembali konsep SUV monokok dengan tampilan tangguh. Pendekatan serupa kini digunakan sejumlah produsen China yang menawarkan SUV bergaya kendaraan 4×4 dengan konstruksi monokok.

Mitsubishi melihat peluang tersebut di tengah meningkatnya popularitas SUV dengan desain tangguh. Dengan nama Pajero yang telah memiliki sejarah panjang, perusahaan berpotensi menggunakan kembali citra tersebut untuk memperkuat posisinya di pasar SUV.

Namun, Mitsubishi belum menentukan secara terbuka apakah Pajero kecil nantinya akan menggunakan konstruksi sasis tangga dengan kemampuan off-road atau konstruksi monokok yang lebih berorientasi pada penggunaan jalan raya.

Kedua model tersebut akan melengkapi Pajero terbaru dan memperluas keluarga Pajero ke segmen kendaraan yang lebih kecil. Detail mengenai nama, spesifikasi, harga, dan waktu peluncuran masing-masing model belum diumumkan. (Natalia)

Komentar