Putin Tawarkan Kapal Mutakhir 102 Meter untuk Pengolahan Ikan Indonesia

Berita17 Dilihat

Vladivostok – Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter kepada Indonesia untuk mendukung pengolahan hasil perikanan. Tawaran itu disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menjelaskan kapal tersebut mampu mengolah ikan secara langsung sehingga kualitas hasil perikanan Indonesia dapat meningkat. “Presiden Putin juga menawarkan perkapalan mutakhir untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan, Jumat (4/9/2026).

Rosan menambahkan, Presiden Prabowo akan menindaklanjuti tawaran itu dengan mengirim tim guna mempelajari teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut. Langkah ini menjadi tahap awal bagi Indonesia untuk mendalami penerapan teknologi kapal Rusia dalam mendukung pengolahan perikanan nasional.

Selain kerja sama perkapalan, kedua kepala negara juga membahas sektor pertanian, energi, sumber daya mineral, pertahanan, investasi, dan perdagangan. Pupuk Indonesia turut menandatangani joint study untuk menjajaki investasi pabrik pupuk urea di Vladivostok.

Rosan menilai momentum penguatan kerja sama Indonesia-Rusia semakin terbuka. Perdagangan kedua negara tercatat meningkat lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya. “Momentumnya sangat baik, memperluas kerja sama perdagangan, partnership, dan investasi kedua negara,” ujarnya. (Lucas)

Komentar