Abu Vulkanik Anak Krakatau, Menkes: Waspadai Pernapasan, Mata dan Kulit

Nasional23 Dilihat

Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Menurut dia, abu vulkanik memiliki tiga dampak kesehatan yaitu saluran pernapasan, mata, dan kulit. 

“Pertama adalah ke pernapasan, kedua adalah ke mata, dan yang ketiga adalah ke kulit. Jadi pernapasan, mata, dan kulit adalah tempat-tempat di mana masalah kesehatan bisa terjadi akibat adanya debu vulkanik ini,” ujar Budi dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).

Budi mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan sebagai upaya pencegahan. Jika terpaksa harus keluar rumah, penggunaan masker serta kacamata wajib dilakukan.

Hal ini penting untuk menghalangi partikel debu vulkanik yang bersifat tajam masuk ke sistem tubuh dan menyebabkan iritasi.

“Kalau Bapak Ibu harus keluar rumah, pastikan memakai masker ya, pastikan memakai masker,” ucapnya. 

Selain itu, jika mulai merasa terganggu, segera mendatangi puskesmas terdekat. Karena, Kemenkes telah menyiagakan alat nebulizer serta oxygen comcentrator

“Kalau sudah merasa tidak enak pernapasannya, segera ke Puskesmas terdekat, kita sudah deploy alat-alat nebulizer dan juga oksigen konsentrator. Itu pertama mengenai masalah kesehatan pernapasan,” imbaunya.

Untuk kesehatan mata, Budi melarang warga mengucek mata saat terpapar debu, sebaiknya segera dibersihkan dengan air mengalir. Termasuk kulit yang terkena paparan abu vulkanik, juga harus dicuci bersih. 

“Kalau misalnya mata, kita siapkan tetes mata. Kalau kulit, juga kita siapkan salep kulit. Kementerian Kesehatan sudah mulai mengaktifkan semua Health Emergency Operating Center di seluruh wilayah yang terdampak, kita juga segera akan mengeluarkan surat edaran untuk memberikan guidance yang rinci terhadap para petugas tenaga kesehatan,” tukasnya. (Risky)

Komentar