AHY: Belajar dari SBY, Kekuasaan Harus Berganti Secara Damai dan Demokratis

Politik15 Dilihat

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya belajar dari pengalaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), khususnya dalam proses pergantian kekuasaan. Menurut AHY, transisi setelah dua periode pemerintahan SBY berlangsung damai dan demokratis, menjadi teladan bagi bangsa.

“Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode,” ujar AHY dalam pidato peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Sabtu (5/9/2026).

AHY menekankan bahwa kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, melainkan amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Ia juga menyinggung pengalaman Demokrat yang pernah berada di dalam maupun di luar pemerintahan, mengalami kemenangan dan kekalahan. “Pengalaman itu mengajarkan bahwa demokrasi harus kita jaga dalam keadaan apa pun,” katanya.

Lebih jauh, AHY menegaskan demokrasi tidak boleh hanya berfokus pada prosedur Pemilu. Demokrasi yang sehat, menurutnya, membutuhkan pemerintahan yang bertanggung jawab, hukum yang dipercaya, pers dan masyarakat sipil yang bebas, serta mekanisme checks and balances yang kuat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga amanat Reformasi dalam setiap Pemilu agar berlangsung jujur, adil, bebas, dan demokratis. Aparatur negara, termasuk TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, dan ASN, harus profesional dan netral. “Fasilitas negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan politik praktis,” tegas AHY.

AHY menutup pidatonya dengan menekankan bahwa setiap peserta Pemilu harus diperlakukan adil. Pihak yang menang harus memperoleh kemenangan karena kepercayaan rakyat, sementara pihak yang kalah wajib menghormati kehendak rakyat. (Norman)

Komentar