Dramatis saat AS Roma menaklukkan Atalanta 2-1 lewat dua gol di menit terakhir di pertandingan Serie A Italia di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (6/9/2026) dini hari WIB. Kemenangan yang membawa Roma merebut posisi puncak klasemen.
Roma tidak hanya terhindar dari kekalahan tetapi berhasil meraih tiga poin sekaligus rekor sempurna. Kemenangan dramatis karena gol yang membawa Roma berbalik unggul 2-1 tercipta di menit 90+3.
Roma pun memenangkan tiga pertandingan pertama yang menjadikan mereka menjaga persaingan dengan Inter Milan.
Tak hanya itu, tim asuhan Gian Piero Gasperini tersebut akhirnya merebut takhta klasemen yang sebelumnya dikuasai Inter. Kedua tim sama-sama mengantungi poin sembilan. Hanya I Gialorossi unggul selisih gol sehingga bertengger di posisi teratas.
Sebaliknya, Atalanta untuk kali pertama mengalami kekalahan sehingga gagal memperbaiki peringkat. Dengan tetap memiliki poin enam, La Dea ada di posisi enam.
Di pertandingan itu, Gasperini menghadapi eks tim asuhannya yang pernah diantarnya meraih sukses. Termasuk memenangi Liga Europa 2024 dengan mengalahkan Bayer Leverkusen.
Roma pun mengawali pertarungan dengan kepercayaan diri yang kuat. Bagaimana tidak, mereka menunjukkan performa ciamik dan langsung tancap gas di kompetisi dengan membantai Fiorentina dan Lecce. Dari dua pertandingan pertama, Roma menggasak lawan-lawannya dengan skor sama 4-0.
Tampil di kandang sendiri, Roma memberi tekanan sejak menit pertama. Bahkan bek Gianluca Mancini sudah nyaris membobol gawang Atalanta saat laga memasuki menit 14.
Namun kiper Marco Carnesecchi secara gemilang menepis bola yang sudah hampir meluncur ke gawangnya. Carnesecchi pula yang menggagalkan sundulan Bryan Cristante.
Meski demikian dia tak mampu menahan bola tendangan Evan Ndicka yang menyambut sepak pojok. Beruntung, gol Ndicka dianulir karena dia dalam posisi offside.
Roma mampu mendominasi dengan menekan pertahanan Atalanta di sepanjang babak pertama. Hanya serangan mereka masih menemui kegagalan.
Apalagi kiper Carnesecchi tampil cemerlang dengan melakukan banyak penyelamatan. Termasuk peluang dari striker Donyell Malen yang sempat melewati bek Atalanta. Namun serangan dia masih bisa digagalkan kiper sehingga skor tetap 0-0 saat turun minum.
Di babak kedua, Roma tetap bermain terbuka. Di sisi lain, Atalanta mulai keluar dari tekanan sehingga kedua tim secara bergantian melakukan tekanan.
Bahkan Atalanta justru berhasil unggul lebih dulu saat mereka membangun serangan yang mengancam gawang Mile Svilar. Berawal dari tendangan pemain sayap Charles De Ketelaere yang berhasil diblok Mario Hermoso.
Namun bola kemudian bergerak liar yang disambut Ederson. Dirinya kemudian melepaskan tendangan yang membobol gawang Roma. Gol di menit 47 ini mengubah skor menjadi 1-0 untuk Atalanta.
Roma berusaha bangkit dan bermain menyerang untuk mengejar ketinggalan. Hanya tim asuhan Maurizio Sarri mampu mempertahankan keunggulan dengan permainan efektif.
Mereka juga nyaris memperbesar keunggulan saat Nikola Krstovic mendapat peluang setelah mengecoh Mancini dan Svilar. Namun penyelesaian akhir malah gagal karena sepakannya melebar.
Roma masih mencoba melakukan tekanan. Sayangnya, usaha mereka selalu menemui kegagalan karena penampilan cemerlang kiper Carnesecchi. Selain itu, dua peluang dari Santiago Castro juga tak membuahkan hasil setelah sundulannya membentur tiang gawang.
Saat pemain Roma mulai frustrasi karena kesulitan membobol gawang Atalanta, Hermoso akhirnya memecah kebuntuan di menit 90. Berawal dari sepak pojok yang disambut dengan sundulan Hermoso. Bola yang meluncur ke gawang gagal ditepis kiper sehingga mengubah skor menjadi 1-1.
Gol itu mendapat sambutan dari suporter yang sudah putus asa karena tim kesayangan bakal mengalami kekalahan di kandang sendiri. Gol Hermoso juga langsung menaikkan adrenalin rekan-rekannya.
Di sisa waktu, mereka bermain ofensif dengan menekan pertahanan Atalanta. Usaha mereka kembali membuahkan hasil saat Matias Soule yang menerima umpan terobosan dari Paulo Dybala mampu membobol gawang lawan menjelang pertandingan usai. Dari sudut yang sempit, dirinya masih bisa menaklukkan kiper Carnesecchi untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Skor itu bertahan hingga laga usai. Pemain Atalanta yang kecewa dengan kekalahan lewat gol di menit terakhir kemudian melakukan protes terhadap wasit. Apes bagi Gianluca Gaetano yang melakukan provokasi di hadapan wasit. Dirinya langsung mendapat kartu merah saat pertandingan sudah berakhir. (Natalia)














Komentar