Polri Bekali Personel dengan Kompetensi AI Untuk Cegah Kejahatan Siber

POLRI13 Dilihat

Jakarta – Polri memperkuat upaya pencegahan kejahatan siber yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dengan meningkatkan kompetensi digital personel kepolisian.

Pelatihan tersebut diberikan kepada sejumlah personel Polres jajaran di wilayah Polda Metro Jaya. Para personel yang mendapat pembekalan nantinya diharapkan mampu menjadi trainer dan meneruskan pengetahuan tentang AI kepada masyarakat.

Wakil Kepala Posko Presisi Polri sekaligus Wakil Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri Brigadir Jenderal Polisi Boro Windu Danandito mengatakan personel yang mengikuti pelatihan akan berperan sebagai penghubung untuk menyebarkan pemahaman mengenai AI di lingkungan masyarakat.

“Jadi, kita mengajarkan kepada teman-teman kepolisian. Kemudian, dari kepolisian akan mengajarkan pada lingkungan mereka sendiri. Bisa ke para pelajar, lingkungan pekerja, dan yang lainnya,” katanya di Universitas Bina Nusantara, Jakarta Barat, Senin (14/09/2026)

Boro mengatakan perkembangan teknologi turut diikuti munculnya berbagai bentuk kejahatan siber, mulai dari Cyberbullying hingga Scamming online atau penipuan daring.

Menurutnya, potensi kejahatan tersebut perlu terus diantisipasi seiring semakin luasnya penggunaan AI dengan berbagai jenis dan kemampuan.

“Bakal ada indikasi radikalisme di konten-konten AI itu sendiri,” ujarnya.

Karena itu, personel kepolisian dibekali pengetahuan mengenai AI agar memiliki pemahaman yang memadai sebelum memberikan edukasi kepada masyarakat.

Setelah memiliki standar dan pemahaman yang sama, para personel diharapkan dapat menyampaikan edukasi secara tepat ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat, terutama kalangan pelajar.

“Setelah mereka punya standar, punya pemahaman yang sama, ketika mereka ke lapangan, ketemu para pelajar, ketemu masyarakat, mereka bisa memberikan informasi yang setara, ‘oh iya, kita harus menghindari hoaks’ dan yang lainnya, seperti itu,” jelasnya.

Dalam meningkatkan kompetensi digital personel, Polri menggandeng Universitas Bina Nusantara (Binus). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman personel mengenai perkembangan AI sekaligus pemanfaatannya secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur pada Bina Nusantara Group Harry Surya Adam mengatakan AI ke depan akan menjadi bagian yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemahaman terhadap AI menjadi penting, termasuk bagi personel kepolisian yang nantinya akan menyampaikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat.

“Kita percaya kerja sama antara institusi Polri dengan Universitas Bina Nusantara adalah suatu kerja sama yang baik untuk menanamkan pengetahuan dan aplikasi AI di dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan sehari-hari para kepolisian,” katanya.

Upaya peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat membuat personel Polri lebih siap menghadapi perkembangan kejahatan berbasis teknologi sekaligus membantu masyarakat memahami risiko dan menggunakan AI secara lebih bijak. (Norman)

Komentar