Tragedi Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 1.453 Orang, 6.000 Lebih Masih Hilang

Berita7 Dilihat

Kathmandu – Lebih dari 6.000 orang hingga kini masih dinyatakan hilang pasca bencana banjir dahsyat bulan lalu, yang menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet dan menewaskan sedikitnya 1.453 orang.

Mereka yang masih dinyatakan hilang termasuk 33 warga Inggris, 80 warga Amerika, lebih dari 50 warga Ukraina, serta warga Australia dan India.

Sebagian besar dari para korban yang hilang diperkirakan tersapu oleh gelombang dahsyat mematikan yang menyerupai tsunami yang menghancurkan kota dan desa di wilayah Rasuwa dan Nuwakot.

“Baru 112 jenazah dari berbagai kewarganegaraan yang telah diserahkan kepada keluarga mereka setelah melalui tes DNA,” kata Badan Penanggulangan Bencana Nepal, Senin (28/9/2026).

Kemudian sebanyak 1.333 jenazah lainnya yang telah ditemukan sejauh ini dimakamkan sementara sembari menunggu proses identifikasi. Meskipun ada bantuan teknis dari Tiongkok dan India, proses identifikasi korban tewas di tengah kehancuran parah tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Di samping itu, pemerintah Nepal juga menghadapi kesulitan dalam menyediakan tempat tinggal dan bantuan bagi sekitar 33.000 pengungsi yang telah menghabiskan waktu sebulan terakhir di tenda-tenda penampungan sementara.

Sementara itu, Perdana Menteri Nepal Balendra Shah memanfaatkan pidato perdananya di Sidang Umum PBB pekan ini untuk menyoroti bencana banjir tersebut sebagai peringatan akan meningkatnya risiko krisis iklim, sekaligus untuk menuntut keadilan.

“Bencana tersebut bukan sekadar tragedi lokal, melainkan sebuah peringatan bagi dunia. Hari ini saya bertanya kepada Anda: Apakah kita benar-benar telah menyimak peringatan itu?” kata Balendra.

Ia pun menyerukan dukungan internasional yang lebih besar bagi pemulihan Nepal serta kerja sama regional yang lebih kuat untuk menghadapi bencana terkait iklim.

“Perubahan iklim tidak mengenal batas negara. Gletser dan banjir tidak bergerak dengan membawa stempel dan paspor,” katanya menambahkan. (Lucas)

Komentar