Ankara – Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Ankara tidak akan mundur dari dukungan terhadap rakyat Palestina, meski menghadapi tekanan internasional. Dalam pernyataannya usai rapat kabinet di Kompleks Kepresidenan Ankara, Senin (28/9/2026), Erdogan menekankan komitmen Türkiye untuk menuntut akuntabilitas atas genosida di Gaza dan konflik di kawasan.
Erdogan mengingatkan kembali pidatonya di Sidang Umum PBB ke-81 di New York pada 20 September, di mana ia menyampaikan kerangka lima poin untuk tatanan dunia baru yang lebih adil. Ia menyoroti “teror negara” Israel di Gaza dan Tepi Barat sebagai agenda utama diplomasi Türkiye.
“Kami tidak akan pernah meninggalkan sikap ini sampai mereka yang menumpahkan darah 74.000 saudara kami di Gaza dan menyebarkan teror dari Lebanon hingga Suriah diadili,” tegas Erdogan.
Ia juga menyesalkan absennya Presiden Palestina Mahmoud Abbas di forum PBB akibat pembatasan visa, menyebut hal itu sebagai “situasi memalukan bagi kemanusiaan.”
Selain isu Palestina, Erdogan menegaskan Türkiye akan terus bersuara bagi rakyat Lebanon dan pihak tertindas lain di kawasan. Ia menambahkan bahwa Türkiye kini lebih kuat, percaya diri, dan bertekad membangun solidaritas regional serta memperkuat hubungan internasional. (Risky)








Komentar