Sjafrie Sjamsoeddin Dorong Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Singapura

Nasional14 Dilihat

Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI berupaya memperkuat hubungan pertahanan dan kerja sama militer dengan Singapura melalui peningkatan komunikasi serta hubungan diplomasi kedua negara.

Upaya tersebut terlihat dalam pertemuan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Atase Pertahanan Singapura untuk Indonesia ME7 Gan Chee Weng Melvin di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).

Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum perpisahan dengan Melvin yang akan berpindah tugas. Pada kesempatan yang sama, diperkenalkan penggantinya, COL Ang Jeng Kai.

Sjafrie menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Melvin selama menjalankan penugasan di Indonesia, terutama dalam memperkuat hubungan dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Singapura.

“Saya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi ME7 Melvin selama menjalankan penugasan di Indonesia dalam memperkuat hubungan serta kerja sama pertahanan Indonesia–Singapura,” kata Sjafrie.

Menurut dia, Melvin telah menjalankan tugas dengan baik melalui komunikasi dan keterbukaan dalam menjalin hubungan dengan pemerintah Indonesia.

Sjafrie menilai keterbukaan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga hubungan militer dan diplomasi antara Indonesia dan Singapura.

Bahas Kelanjutan Kerja Sama Pertahanan

Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie juga membahas sejumlah rencana kerja sama pertahanan dengan atase pertahanan Singapura yang baru.

Ia berharap berbagai bentuk kerja sama militer yang selama ini telah berjalan dapat terus dilanjutkan sekaligus dikembangkan.

“Kepada COL Ang Jeng Kai, saya menyampaikan selamat datang dan berharap seluruh program kerja sama yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan. Kementerian Pertahanan RI senantiasa terbuka untuk membangun komunikasi yang langsung, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan bersama,” ujar Sjafrie.

Pergantian atase pertahanan tersebut diharapkan tidak mengganggu kesinambungan komunikasi maupun program kerja sama pertahanan yang telah dibangun oleh kedua negara. (Fredy)

Komentar