220 Warga Binaan Rutan Cipinang Ikuti Asesmen Rehabilitasi dan Re-Edukasi NAPZA

Berita47 Dilihat

Jakarta – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang melaksanakan Asesmen Kelayakan dan Penempatan Rehabilitasi dan Re-Edukasi Narapidana Pengguna NAPZA Berbasis Ketahanan Pangan, Rabu (7/10). Sebanyak 220 warga binaan mengikuti asesmen sebagai bagian dari proses pemetaan untuk mengetahui kelayakan dan kebutuhan mereka dalam mengikuti program rehabilitasi dan re-edukasi.

Asesmen dilaksanakan oleh Bapas Timur-Utara dan Bapas Selatan melalui instrumen kelayakan yang bertujuan memperoleh gambaran kondisi serta kebutuhan masing-masing warga binaan. Hasil asesmen nantinya menjadi dasar dalam menentukan penempatan dan kesesuaian warga binaan untuk mengikuti program rehabilitasi maupun re-edukasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan asesmen diawasi langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahya Putra, didampingi Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan (Kasubsi Adper) A. Muh. Fachri. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses asesmen berjalan sesuai prosedur serta memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengikuti setiap tahapan penilaian secara optimal.

I Gusti Lanang menyampaikan bahwa asesmen merupakan tahapan penting untuk memastikan program pembinaan diberikan secara tepat sasaran. “Kami mendukung penuh proses asesmen ini agar warga binaan yang mengikuti program benar-benar sesuai dengan kriteria dan kebutuhannya. Harapannya, rehabilitasi dan re-edukasi tidak hanya mendukung proses pemulihan, tetapi juga memberikan bekal yang dapat membantu warga binaan membangun kemandirian,” ujarnya.Melalui program rehabilitasi dan re-edukasi berbasis ketahanan pangan, Rutan Kelas I Cipinang terus mendorong penguatan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pemulihan, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke lingkungan masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan warga binaan. (Sajadi Gluduk)

Komentar