Presiden Prabowo Minta 100 Kampung Nelayan Beroperasi Akhir 2026

Nasional22 Dilihat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta pembangunan 100 Kampung Nelayan dipercepat agar bisa beroperasi hingga akhir 2026. Program ini disiapkan dengan fasilitas yang menopang kegiatan nelayan dari pendaratan ikan, penyimpanan, hingga pemasaran.

Permintaan itu disampaikan Prabowo saat menerima Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden meminta laporan terbaru mengenai perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan yang tengah disiapkan pemerintah.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta update perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan yang tengah dipersiapkan pemerintah,” kata Teddy.

Menurut Teddy, seluruh kampung nelayan itu ditargetkan siap beroperasi hingga akhir 2026. Pemerintah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang agar aktivitas ekonomi nelayan tidak berhenti hanya pada penangkapan ikan.

“Hingga akhir tahun 2026, sebanyak 100 Kampung Nelayan ditargetkan siap beroperasi dengan berbagai fasilitas penunjang aktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujarnya.

Fasilitas yang disiapkan meliputi dermaga, pabrik es, serta penyimpanan dingin atau cold storage. Pemerintah juga menyiapkan pasar untuk menampung transaksi hasil tangkapan nelayan.

Rangkaian fasilitas itu ditujukan untuk memperkuat mata rantai usaha perikanan, mulai dari ikan dibawa ke darat, dijaga kualitasnya, disimpan, hingga dijual.

Pembangunan Kampung Nelayan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor kelautan dan perikanan di kawasan pesisir. Fokusnya bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperbaiki akses nelayan terhadap rantai ekonomi hasil perikanan. (Risky)

Komentar