Hari Museum Indonesia, Prabowo Dorong Museum Jadi Ruang Belajar Generasi Muda

Nasional5 Dilihat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mendorong museum menjadi ruang belajar yang lebih menarik bagi generasi muda, bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah. Pesan itu disampaikan saat meninjau Museum Nasional Indonesia bertepatan dengan Hari Museum Indonesia, 12 Oktober.

Didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Prabowo melihat sejumlah ruang pameran dan menyapa para pelajar yang sedang mengikuti kegiatan edukasi di museum.

Prabowo menekankan pentingnya mengenalkan sejarah, warisan budaya, dan rasa cinta tanah air kepada anak sejak dini.

Ia juga mengapresiasi program edukasi yang melibatkan pelajar dan berharap museum di berbagai daerah terus dikembangkan menjadi ruang pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo mendapat penjelasan langsung dari Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin mengenai sejumlah koleksi.

Presiden juga mendatangi area koleksi prasasti yang kini dilengkapi pengalaman interaktif dan imersif berbasis teknologi digital.

Teknologi tersebut antara lain menggunakan proyeksi dinding serta visualisasi untuk memperkenalkan koleksi tembikar hingga peninggalan megalitikum kepada pengunjung.

Fadli Zon mengatakan museum memiliki peran penting menjaga ingatan kolektif bangsa melalui koleksi yang merekam perjalanan manusia, pertemuan kebudayaan, dan perkembangan peradaban Indonesia.

Menurut Fadli, masyarakat perlu lebih dekat dengan museum agar sejarah tidak terputus dari generasi berikutnya.

“Merawat museum berarti menjaga agar pengetahuan tidak terputus oleh waktu, dan generasi mendatang tidak hanya mewarisi peninggalan masa lalu, tetapi juga memahami nilai dan perjalanan yang menyertainya,” kata Fadli.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan Hari Museum Indonesia untuk kembali mengenal sejarah dan warisan budaya melalui kunjungan ke museum.

Pemerintah berharap penguatan program edukasi dan penggunaan teknologi membuat museum lebih mudah diterima generasi muda sekaligus memperluas fungsinya sebagai tempat belajar sejarah dan budaya. (Fredy)

Komentar