Jelang Hari Jadi Anti Korupsi, Media Lintas Corruption Watch Adakan Diskusi Publik “Korupsi Sexy, Jeruji Besi Menanti”

Nasional33 Dilihat

Jakarta – LCW Prihatin dan jengahnya terhadap korupsi yang melanda Indonesia saat ini, Media Lintas Corruption Watch (LCW) akan mengadakan diskusi publik dengan tema “Korupsi Sexy, Jeruji Besi Menanti”. Tema itu sengaja dipilih karena muak melihat korupsi, tanpa malu dan merasa bersalah, pelakunya tamak maling uang negara, karena tergiur ingin hidup mewah, flexing di media, padahal resikonya, selain memalukan keluarga juga citra diri dianggap sampah oleh masyarakat.

Diskusi ini sengaja diadakan, sebagai bagian dari upaya pencegahan dari perbuatan korupsi, dengan peserta yang hadir diperkirakan 150 dan diselenggarakan pada hari Rabu, 4 November 2026 bertempat di The Accasia Hotel Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.

Acara ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian LCW untuk mengingatkan kepada para pengguna dana anggaran pemerintah, dan juga khususnya kepada generasi muda agar menghindari perbuatan korupsi dan menyahgunakan uang yang bukan miliknya.

Pimpinan Redaksi Media LCW HM. Dewawo mengatakan, dengan kegiatan ini berharap, agar korupsi bisa berkurang dan yang berniat melakukan korupsi menjadi sadar, bahwa perbuatan itu, nikmatnya tidak seberapa, tetapi sengsaranya lebih banyak.

“Dewasa ini terlihat bahwa, korupsi tidak lagi dipandang sebagai hal yang memalukan dan menakutkan, tetapi berubah menjadi trend sexy untuk mencapai hidup mewah secara instan. Mereka tidak menyadari, jika terungkap dan ditangkap menjadi aib yang memalukan dan berujung di jeruji besi. Hal inilah yang ingin kami bongkar dalam diskusi,” ujar Dewawo seusai rapat kesiapan panitia.

Senada dengan itu, Pemimpin Umum LCW Reimon Soumahuw mengatakan, korupsi di negeri ini sudah sangat mengerikan. Oleh karena itu, sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi dalam upaya pencegahan, kami lakukan seminar dan dialog terbuka.

“Untuk menangani korupsi, upaya penindakan tidak cukup, diperlukan juga upaya pencegahan dengan membangun budaya malu melalui seminar atau diskusi terbuka,” jelas Reimon.

Dari hasil reeport bahwa persiapan acara telah capai 60 persen. Untuk genapi 100 persen, tinggal melakukan audiensi dan konfirmasi kehadiran para narasumber. Terakhir Media LCW berharap kegiatan ini dapat didukung semua oleh pihak, Aparatur Sipil Negara, Aparat Penegak Hukum dan juga masyarakat umum. (Red)

Komentar