Ketua DPR Sampaikan Keprihatinan Terhadap Masyarakat Terdampak Karhutla

Politik21 Dilihat

Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani, menyampaikan keprihatinan terhadap masyarakat yang masih menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Menurutnya, upaya penanganan tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memastikan kesehatan dan keselamatan warga yang terdampak kabut asap.

“Karhutla yang terjadi di berbagai daerah sampai sekarang masih belum bisa diatasi. Banyak masyarakat telah merasakan dampaknya baik dari sisi kesehatan, keamanan, dan sosial,” kata Puan, dalam keterangan persnya, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 174.694 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat karhutla selama Agustus hingga 21 September 2026. Bahkan 40.363 balita sempat mengalami ISPA.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat.

Langkah tersebut juga harus mencakup kejelasan tanggung jawab antarlembaga serta kesinambungan dukungan bagi warga selama kondisi darurat berlangsung.

“Pemerintah pusat dan daerah harus memperkuat agenda perlindungan masyarakat selama Karhutla berkepanjangan,” tegasnya.

Meski demikian, Puan juga mengapresiasi petugas, relawan, dan masyarakat yang terus membantu penanganan karhutla. Namun, upaya di lapangan perlu didukung kebijakan yang menyatukan pengendalian bencana dengan perlindungan warga.

Sementara itu, Puan akan mengawal pelaksanaan penanganan karhutla melalui komisi terkait sesuai bidang tugas masing-masing, termasuk memastikan kebijakan pemerintah selaras dan perlindungan masyarakat tetap berjalan selama proses penanganan bencana. (Fredy)

Komentar