Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah memicu ratusan ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah daerah. Pemerintah menyiapkan 477 rumah oksigen dan mengaktifkan posko kesehatan darurat untuk melindungi masyarakat dari paparan asap, terutama balita dan kelompok rentan.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tercatat 314.124 kasus ISPA secara kumulatif di tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota terdampak karhutla. Dari jumlah tersebut, 70.890 kasus terjadi pada anak usia 0–5 tahun.
Pada 20 Oktober saja, tercatat 3.269 kasus ISPA.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengatakan pemerintah bekerja sama dengan sejumlah lembaga filantropi untuk membagikan masker, menyediakan oksigen portabel, serta membuka rumah oksigen bagi warga terdampak.
“Kami bekerja sama dengan beberapa filantropi untuk melakukan pembagian masker, oksigen portabel, kemudian penyediaan rumah oksigen yang menggunakan fasilitas-fasilitas bangunan yang dibuat sedemikian rupa, sehingga kedap asap,” kata Sugiono di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Rumah oksigen merupakan fasilitas yang disiapkan untuk memberi warga ruang dengan perlindungan dari paparan asap. Fasilitas tersebut juga menyediakan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk ISPA.
Sugiono mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama dinas kesehatan telah mengaktifkan kembali posko kesehatan darurat di bawah koordinasi Kemenkes.
Langkah tersebut terutama ditujukan untuk melindungi kelompok rentan, termasuk balita, yang menghadapi risiko kesehatan akibat kabut asap.
“Dalam rangka melindungi kelompok rentan, terutama balita, pemerintah dalam hal ini BNPB, Dinas Kesehatan juga telah mengaktifkan kembali posko-posko kesehatan darurat di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Pemerintah juga mempercepat pengiriman perlengkapan medis ke daerah terdampak. Kebutuhan tersebut dihimpun dari laporan puskesmas dan fasilitas kesehatan setempat.
Menurut Sugiono, Kemenkes mengirimkan peralatan kesehatan, obat-obatan, dan vitamin sehari setelah menerima laporan kebutuhan dari daerah.
Ia memastikan layanan kesehatan akan terus diperluas ke wilayah terdampak, dengan perhatian khusus kepada masyarakat yang rentan mengalami ISPA.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan pemerintah menyediakan 477 rumah oksigen di puskesmas, rumah sakit, dan sejumlah fasilitas lainnya.
Dalam rincian yang disampaikan Kemenkes, sebanyak 295 rumah oksigen berada di Kalimantan Tengah, 127 di Kalimantan Selatan, dan 35 di Kalimantan Barat.
Selain itu, tercatat lima rumah oksigen di Jambi, empat di Riau, dan tiga di Sumatera Selatan.
Namun, data yang disampaikan juga mencantumkan delapan rumah oksigen lainnya di Kalimantan Selatan. Rincian ini masih memerlukan penjelasan karena nama provinsi tersebut tercatat dua kali, sementara pemerintah menyebut penanganan mencakup tujuh provinsi.
Di tengah penyediaan fasilitas kesehatan tersebut, angka kasus ISPA masih menjadi perhatian. Data Kemenkes menunjukkan lebih dari 70 ribu kasus kumulatif terjadi pada anak usia lima tahun ke bawah.
Pemerintah menyatakan distribusi bantuan medis dan pengoperasian posko kesehatan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan daerah yang terdampak karhutla. (Lucas)










Komentar