Riuh rendah suara mesin dan canda tawa para pencinta roda dua memenuhi area Honda Motorcycle Homecoming Kumamoto 2026 pada Minggu, 11 Oktober lalu. Di antara ratusan motor yang berjajar memanjakan mata, ada satu sosok yang mendadak menjadi magnet. Pengunjung berkerumun, menyipitkan mata, lalu tersenyum takjub.
Sekilas, motor kekar dengan jubah kelir merah-putih itu tampak seperti sang legenda, CB1300 Super Four. Namun, tebakan itu keliru. Di balik siluet klasiknya yang berwibawa, motor tersebut adalah CB1000F, sebuah mahakarya kustom yang lahir dari tangan-tangan dingin orang dalam pabrikan sendiri.
Motor ini bukan proyek rahasia divisi balap, melainkan buah cinta dari CRAFT+, sebuah tim yang berisi karyawan sukarelawan Honda Motor. Datang dari berbagai departemen—mulai dari lini perakitan, manufaktur, hingga divisi pengecatan—mereka bersatu sejak tahun lalu dengan satu misi: merayakan peluncuran CB1000F dengan cara yang paling emosional.
Sentuhan Modern dalam Jiwa “BIG-1”
Daya tarik utama motor ini terletak pada skema warna “BIG-1” merah-putih yang sangat ikonik. Karena dikerjakan langsung oleh departemen pengecatan resmi Honda, kualitas finishing-nya begitu presisi hingga mengecoh banyak orang yang mengiranya sebagai warna standar pabrikan.
Namun, CRAFT+ tidak hanya bermain di permukaan. Mereka melakukan “perkawinan silang” komponen yang jenius. Sektor kaki-kaki dicangkok dari CB1000 Hornet SP. Garpu depan upside down dan peleknya dipoles dengan warna emas yang mewah, berpadu serasi dengan kaliper rem radial mount buatan Brembo. Untuk kenyamanan berkendara yang tiada banding, suspensi belakang mempercayakan produk Öhlins.
Detail-detail kecil justru menjadi penegas kelas. Pijakan kaki, pijakan penumpang, hingga swingarm diberi sentuhan poles (buffing) manual yang memancarkan kilau berbeda dari motor massal. Menengok ke area kokpit, nuansa retro semakin kental berkat penutup panel meter bergaya dua lingkar. Menariknya, komponen ini dicetak menggunakan printer 3D milik perusahaan—sebuah harmoni antara teknologi masa kini dan estetika masa lalu.
Lebih dari Sekadar Besi dan Mesin
Di hari acara, stan CRAFT+ berubah menjadi ruang interaksi yang hangat. Tidak ada sekat pembatas. Pengunjung dibebaskan untuk mendekat, meraba lekuk tangkinya, bahkan naik ke atas jok untuk berfoto. Di saat yang sama, para anggota tim CRAFT+ sibuk mencatat, mendengarkan dengan antusias setiap masukan dan harapan dari para pencinta Honda.
Bagi Horii, sang pemimpin CRAFT+, proyek ini adalah awal dari perjalanan panjang. “Kalau ada kesempatan, kami ingin membawa CB1000F ini ke berbagai festival daerah dan acara motor agar bisa dilihat lebih banyak orang,” ujarnya penuh semangat.
Horii menekankan bahwa tujuan mereka jauh lebih besar dari sekadar memodifikasi motor. “Kami ingin terus membuat motor yang bisa memancing minat orang pada roda dua, serta merancang acara dan kendaraan yang bisa dinikmati bersama—baik oleh mereka yang pengendara, maupun yang bukan.”
Melalui CB1000F kustom ini, CRAFT+ berhasil membuktikan bahwa sepeda motor bukan sekadar alat transportasi dari titik A ke titik B. Di tangan mereka, ia adalah media komunikasi, perwujudan nostalgia, dan bukti bahwa gairah (passion) para karyawan Honda masih menyala sama besarnya dengan para penggemar setia mereka. Langkah CRAFT+ berikutnya memang masih misterius, namun satu yang pasti: mereka telah berhasil mencuri hati Kumamoto. (Natalia)














Komentar