Teman Baik : Irjen Pol (P) Dr.A.Kamil Razak, SH.MH. Telah Dipanggil Pulang

POLRI26 Dilihat

Siapapun akan kaget dan bisa shok mendengar kabar mendadak, bahwa teman baik fawat. Begitu yang dialami Alumni SMPP-SMA2 Kota Bima mendengar teman terbaiknya : Irjen Pol (P) Dr.A.Kamil Razak yang biasa disapa Dae Kamil wafat.

Tanpa isyarat berupa sakit atau tanda lain, pada hari Kamis pagi tanggal, 22/10/2026, baca WA grup tertera informasi bahwa teman baik Dae Kamil telah dipanggil oleh Allah. Penulis yang sedang terkena problem pada jantung, langsung lemas diiringi nyeri dada yang luar biasa. Teman-teman lain pun tampak kaget dan langsung menuju rumah duka di Jakarta menunggu datangnya mayat dari Bandung. Di antara yang hadir antara lain : Dae Farid, Dae Lina, Ustadz Syamsudin, Pak Chairil, Pak Taswin, Umi Nujnah, Pak Haris, Pak Subhan, Pak Zulkifli dan banyak lagi yang lainnya.

Almarhum adalah sosok bertalenta dan baik hati. Setelah purna tugas dari Kepolisian Republik Indonesia, beliau menjadi Direktur pada Lembaga Sertifikasi Security dan Advokasi di PP Polri. Jabatan terakhir hingga akhir hayatnya menjadi Rektor pada Universitas Lang Lang Buana Bandung.

Dalam paguyuban Alumni SMPP-SMA2 Kota Bima, beliau sebagai sosok motivator bagi alumni untuk selalu berbuat baik dalam membantu masyarakat. Di antara kegiatan yang pernah dilakukan yaitu Bedah Rumah, hingga puluhan rumah orang kurang mampu berhasil dibangun. Begitu pula membantu beberapa orang yang sakit, dibawa dan dirawat di rumah sakit di Jakarta. Karya lain bersama beliau yaitu membangun masjid megah di tempat dulu bersekolah yaitu SMPP-SMA2 Kota Bima.

Tehnik beliau untuk mempererat tali silaturrahim sesama alumni, setiap dua tahun sekali diadakan reuni. Beliau fasilitasi, sediakan akomodasi, sewa tempat elit berikut atribut berupa seragam. Persiapan reuni berikut, sedang dibicarakan, ternyata beliau pergi duluan.

Kebaikan Dae Kamil bukan hanya penulis yang merasakan, teman lain mengakui. Tanpa Dae Kamil mustahil dapat tercipta soliditas dari puluhan angkatan yang berbeda bisa bersatu. Karakter beliau di manapun berada selalu meninggalkan kesan yang diingat oleh banyak orang. Saat menjadi Direktur Sertifikasi di PP Polri, salah seorang teman berkata, “bersama Pak Kamil, anak buahnya selalu senang, jatah terjamin, setiap akhir pekan masing-masing dapat jatah untuk berlibur,” ucapnya bangga.

Dae Kamil disayangi dan disukai, bukan semata karena baik, tetapi pandai menyesuaikan diri, menghargai orang lain. Tidak pernah melihat beliau marah. Guyonannya selalu menyegarkan dan menyenangkan hati. Dalam tutur kata santun dan lembut, tidak pernah menyinggung perasaan orang lain.

Kini orangnya telah tiada. Penulis sendiri benar-benar merasa kehilangan. Kenangan masa sekolah hingga usia tua teringat. Terkadang perasaan hati tanpa sadar menolak takdir, “mengapa beliau harus pergi duluan?.” Tuhan ingatkan : kebaikan yang kamu perbuat, kebaikan itu pula yang akan kamu peroleh. Keburukkan yang diperbuat, keburukkan itu pula yang akan menimpa. Dae Kamil adalah orang baik, karena kebaikan itulah, sehingga begitu mendengar kabar beliau wafat, banyak yang sontak shok dan berbondong-bondong melawat serta mengantarkannya ke Pemakaman Al-Azhar Kerawang Jawa Barat.

Mungkin Bunga Tidur

Malam Kamis 22/10/2026 penulis mimpi, dan coba diingat sangatlah sulit, dalam momen apa, melihat Dae Kamil, tetapi beliau tidak ngomong apa-apa, hanya diam saja. Mimpi itu penulis ceritakan pada istri di pagi hari. Ternyata siang harinya penulis mendapatkan kabar menyedihkan, bahwa Dae Kamil wafat. Begitulah rahasia Tuhan, Selamat jalan Dae Kamil. kami semua merasa kehilangan.

Suatu Kesadaran

Kini… hati lebih sering terdiam, karena teman satu persatu dipanggil Sang Khaliq. Teman yang dulu selalu hadir dalam cerita, kini tinggal nama yang hadir dalam doa. Ternyata hidup bukanlah perlombaan, “siapa yang paling lama bertahan, tetapi tentang, siapa yang paling siap ketika waktunya tiba.”

Rambut sudah putih, mata rabun, pendengaran terbatas, tenaga terus menurun, itu bukan sekadar tanda usia, tetapi nasihat lembut dari Tuhan agar lebih banyak mengingat. Khusyuk dan ikhlas menerima takdir adalah kebahagiaan. @Teo Wawo.

Komentar