Tanpa Cabor Andalan, Strategi Taktis Bawa Indonesia Berjaya di APG 2026

Olahraga18 Dilihat

Prestasi cemerlang Indonesia di ajang Asian Para Games 2026 merupakan bukti kekompakan antara National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta strategi prestasi yang terukur.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut membuktikan pembangunan olahraga nasional membutuhkan kerja sama yang solid, perencanaan yang matang, serta komitmen untuk menjalankan target prestasi secara terukur.

“Inilah bukti mengapa dalam membangun olahraga kita harus kompak, dan juga harus benar-benar memastikan semua target bisa tercapai, sesuai dengan strategi besar pembangunan olahraga Indonesia,” katanya.

Indonesia berhasil menutup perjuangan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan koleksi 15 medali emas atau lebih dari dua kali lipat target awal tujuh emas.

Total tim Merah Putih mengumpulkan 73 medali dan menempati peringkat kedelapan klasemen akhir perolehan medali.

Tambahan medali emas di hari terakhir pertandingan pada Sabtu, 24 Oktober, datang dari cabang olahraga boccia.

Tim boccia yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha berhasil mempersembahkan emas ke-15 melalui nomor mixed team BC1/BC2 setelah mengalahkan Thailand.

Sementara itu, cabang powerlifting bermaterikan Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan A. Hadi turut menambah perolehan medali Indonesia dengan mengemas perak.

Rinciannya, tim Indonesia mengoleksi 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.

Erick menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang telah bekerja keras mengharumkan nama bangsa sepanjang penyelenggaraan Asian Para Games 2026.

“Saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang mendampingi bersama Ketua NPC Indonesia, Bapak Senny Marbun dan Chef de Mission, Prof. Reda Manthovani sangat mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang tampil total dan konsisten sejak hari pertama,” ujar Erick.

Keberhasilan kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 juga menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara berkelanjutan.

Pencapaian para atlet di berbagai cabang olahraga diharapkan menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi, memetakan potensi prestasi, serta mempersiapkan atlet menghadapi ajang internasional berikutnya yaitu ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028.

Erick lebih lanjut menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet dan jajaran pendukung kontingen Indonesia yang telah memberikan kebanggaan bagi bangsa.

“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang dan mengibarkan bendera Merah Putih di Nagoya, Jepang,” kata dia. (Natalia)

Komentar