Mengenang Keteladanan Dua Orang Sahabat

Nasional12 Dilihat

Sifat Keteladanan yang selalu terkenang dari dua sahabat yaitu Dae Kamil (Jendral Kamil) dan Dae Yu (Wahyudin) adalah sifat Rendah Hatinya. Sifat mulia yang melekat di sanubari yang selalu terkenang sewalaupun keduanya telah tiada.

Sifat kedua sahabat ini tercermin dalam berbagai aspek, baik dalam interaksi dengan keluarga, sahabat dan masyarakat. Sikap rendah hati ini menjadikannya hidup dalam ingatan dan untaian do’a dari teman-temannya.

Berikut adalah beberapa keteladanan yang ditunjukkan beliau selama hidupnya: Pertama, Rendah Hati Saat Bergaul dengan sesama teman. Mereka tidak pernah merasa lebih unggul meskipun Dae Kamil berpangkat Jendral dan Dae Yu seorang pejabat. Keduanya tetap memposisikan dirinya sejajar dengan temannya tanpa menunjukkan sikap istimewakan dari dirinya. Keduanya tidak pernah berkata terhadap sesuatu kerjakan, “ini karena saya.” Hal demikian menunjukkan bagaimana mereka memperlakukan orang lain dengan penuh penghargaan.

Kedua; Rendah Hati dalam Pekerjaan Rumah Tangga. Dae Kamil tidak malu membantu pekerjaan asisten rumah tangganya, jika ada teman yang datang. Beliau siapkan minuman dan makanan ringan untuk tamunya. Perilaku ini sangat terkesan bagi temannya sesama Alumni SMPP-SMA2. Baginya membantu pekerjaan rumah tangga bukanlah hal yang merendahkan martabat atau derajat.

Ketiga; Rendah Hati dalam Berbicara dengan Orang Lain. Keduanya ketika berbicara selalu menggunakan bahasa yang lembut dan tidak menyakiti hati lawan bicara. Selalu mendengarkan penuh perhatian tanpa memotong saat orang lain berbicara. Tidak pernah berkata kasar, tidak pernah omong keras atau berteriak. Tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi memaafkan atau melupakan. Ini menunjukkan kerendahan hati keduanya, yang tercermin dalam tutur kata dan interaksi dilakukan.

Ke-empat ; Rendah Hati dalam Memimpin. Sebagai seorang pemimpin, tidak pernah memerintah dengan cara otoriter. Beliau melibatkan teman dalam mengambil keputusan, dan selalu mendengarkan masukan dari orang lain. Dalam kepemimpinannya di Polri dan di PP Polri setelah purna tugas, Dae Kamil membawa kenyamanan terhadap anak buahnya. Suatu tindakan yang menunjukkan sikap pemimpin rendah hati dan keteladanan, bukan kekuasaan sebagai Bos.

Kelima ; Rendah Hati Terhadap Anak-anak dan Orang Lemah. Perhatiannya kepada anak-anak dan orang-orang lemah, sering membantu secara rutin serta mengundang anak-anak panti asuhan untuk datang ke rumahnya.

Suatu ketika, saat du daerah, beliau bertemu salah seorang tidak mampu yang dalam keadaan sakit, lalu dibawanya ke Jakarta untuk dirawat hingga sembuh. Begitulah kerendahan hati dalam bentuk kasih sayang terhadap anak-anak dan orang yang lemah. @Teo Wawo.

Komentar