Prabowo Minta Teknologi Pengolah Sampah BRIN Segera Dipakai di Desa

Nasional29 Dilihat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta teknologi pengolahan sampah yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera diterapkan di tingkat rumah tangga dan desa. BRIN juga diminta menggandeng perguruan tinggi agar teknologi tersebut bisa membantu masyarakat menangani persoalan sampah secara langsung.

Arahan itu disampaikan Presiden dalam pertemuan dengan Kepala BRIN Arif Satria di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Arif mengatakan Presiden memberikan perhatian besar terhadap persoalan sampah dan menginginkan penanganannya dipercepat.

“Bapak Presiden sangat memberikan perhatian terhadap persoalan sampah dan menginginkan agar masalah ini segera diselesaikan,” ujar Arif seusai pertemuan.

Menurut Arif, BRIN diminta bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan teknologi untuk melibatkan perguruan tinggi dalam penanganan sampah di desa-desa.

Kerja sama tersebut akan memanfaatkan teknologi yang telah dikembangkan BRIN maupun hasil penelitian dari berbagai kampus.

Arif menjelaskan, BRIN sebenarnya telah memiliki teknologi pengolahan sampah untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari skala rumah tangga, desa, kecamatan, hingga kota.

Namun, Presiden secara khusus meminta agar teknologi untuk skala rumah tangga dan desa segera diterapkan.

“Bapak Presiden mengarahkan agar teknologi untuk skala rumah tangga dan desa segera diimplementasikan sehingga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.

Arif mengatakan BRIN akan mendorong pemanfaatan hasil penelitian tersebut bersama berbagai pihak.

Pasalnya, tugas BRIN berfokus pada penelitian dan pengembangan teknologi, bukan memproduksi peralatan secara massal.

Karena itu, teknologi yang telah dihasilkan masih membutuhkan dukungan pihak lain agar bisa digunakan masyarakat secara lebih luas.

“BRIN memang bukan lembaga yang bertugas memproduksi teknologi secara massal. Tugas kami adalah mengembangkan dan menghasilkan prototipe teknologi,” ujar Arif.

Meski demikian, ia menegaskan BRIN tetap bertanggung jawab mendorong agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa prototipe yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat dan dapat digunakan oleh masyarakat,” katanya.

Arif menjelaskan, penerapan teknologi pengolahan sampah di tingkat rumah tangga dan desa juga diharapkan mendukung gerakan ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Namun, Arif belum merinci desa mana saja yang akan menjadi lokasi awal penerapan teknologi tersebut. Ia juga belum menyampaikan jadwal pelaksanaan maupun kebutuhan anggarannya.

Untuk saat ini, BRIN mendapat penugasan mempercepat pemanfaatan teknologi yang telah dikembangkan dengan melibatkan perguruan tinggi dan kementerian terkait. (Fredy)

Komentar