Jakarta – Aparat gabungan melancarkan operasi penggerebekan besar-besaran di sarang narkoba kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) subuh. Dalam operasi kali ini, pihak kepolisian menerapkan strategi unik yang tidak biasa, yakni mengepung dan menyergap lokasi menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) sewaan.
Sebanyak 1.816 personel gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, Korps Brimob, hingga Polres Metro Jakarta Utara dikerahkan untuk menyisir wilayah yang dikenal rawan tersebut.
Persiapan Subuh dan Mobilisasi Senyap
Operasi dimulai sekitar pukul 05.30 WIB. Petugas bersenjata lengkap terlebih dahulu berkumpul di Stasiun Tanjung Priok sebelum menaiki KRL Commuter Line khusus yang telah disewa secara resmi sebagai Kereta Luar Biasa (KLB). Strategi ini dirancang secara matang untuk memangkas waktu mobilitas dan menjaga kerahasiaan operasi agar tidak bocor.
Hanya dalam waktu lima menit perjalanan dari stasiun, KRL sewaan tersebut sengaja dihentikan di tengah jalur perlintasan yang memotong langsung kawasan Kampung Bahari. Petugas kemudian bergerak cepat turun ke bantaran rel menggunakan tangga kayu kecil yang sudah dipersiapkan.
Secara bersamaan, sebagian personel lainnya merangsek masuk ke dalam pemukiman menggunakan kendaraan roda dua. Skema pengepungan dari berbagai arah ini dilakukan demi menutup seluruh celah pelarian para pelaku.
Diwarnai Hujan Batu dan Petasan
Begitu menapakkan kaki di landasan rel, petugas langsung melakukan penyisiran ke lapak-lapak semi-permanen yang diduga kuat menjadi tempat transaksi sabu-sabu. Namun, kehadiran aparat langsung disambut perlawanan sengit dari sekelompok orang.
Petugas dihujani lemparan batu, serangan senjata tajam, hingga dentuman petasan dan kembang api. Pihak kepolisian menengarai aksi anarkis warga ini sengaja dilakukan sebagai taktik pengalihan isu agar perhatian petugas terpecah, sehingga target operasi utama atau bandar besar memiliki waktu untuk melarikan diri.
Puluhan Tersangka dan Mesin Cetak Ekstasi Disita
Meski sempat terjadi kericuhan, petugas berhasil mengamankan 26 hingga 27 orang di lokasi kejadian. Mereka yang ditangkap diduga kuat berperan sebagai pemilik lapak, pengedar, hingga pengguna narkoba. Kendati demikian, beberapa bandar besar dilaporkan sempat lolos memanfaatkan situasi bentrokan.
Dalam penggerebekan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti dalam jumlah besar, antara lain:
- Ratusan gram sabu-sabu dan ganja
- Ribuan butir pil ekstasi beserta mesin pencetaknya
- Alat isap narkoba (bong) dan peralatan pengemas
- Berbagai jenis senjata api dan puluhan senjata tajam
Pihak kepolisian menegaskan bahwa identitas para bandar besar yang melarikan diri sudah dikantongi dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sebagai langkah jangka panjang, aparat berwenang berencana melakukan pembongkaran total terhadap lapak-lapak liar di sepanjang pinggiran rel agar area tersebut tidak kembali disalahgunakan sebagai sarang peredaran narkotika. (Red)








Komentar