Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Skandal Penyadapan

Nasional19 Dilihat

Jakarta – Istana Negara diguncang skandal besar. Presiden Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar dirinya, sejumlah pimpinan negara, hingga tokoh masyarakat.

Presiden meminta seluruh proses hukum dibuka secara transparan, objektif, dan tanpa ada satu pun fakta yang ditutup-tutupi. Ketegasan ini disampaikan setelah kepolisian menetapkan beberapa tersangka kakap, termasuk mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi langsung ke Kapolri agar roda penyidikan bergerak lurus sesuai hukum yang berlaku.

“Bapak Presiden sudah memberikan petunjuk kepada Bapak Kapolri untuk dilakukan proses sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, seobjektif mungkin tanpa ada yang ditutup-tutupi,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Bukan Sekadar Penyadapan Biasa
Kasus ini langsung menjadi prioritas utama Istana karena skala dan dampaknya yang masif. Selain penyadapan ilegal, komplotan ini juga diduga melakukan akses tanpa izin (hacking) serta penghapusan bukti elektronik secara sengaja untuk menghilangkan jejak.

Prasetyo tidak menampik bahwa keterlibatan pejabat di dalam lingkaran pemerintahan dalam daftar tersangka ini sangat memprihatinkan. Namun, Istana menjamin tidak akan ada keistimewaan hukum bagi siapa pun oknum yang terlibat.

Pelayanan Polri Dijamin Tetap Aman
Meskipun kasus ini menyeret sejumlah perwira tinggi kepolisian, pemerintah bergerak cepat memastikan internal Korps Bhayangkara tetap stabil. Istana telah berkoordinasi dengan Kapolri untuk menjamin pelayanan publik tidak terganggu sedikit pun.

“Kami memastikan bahwa terutama pelayanan terhadap masyarakat dari institusi Kepolisian tidak berkurang sama sekali,” tegas Prasetyo.

Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik, karena aksi ini murni merupakan ulah oknum. Saat ini, polisi terus memburu motif utama, tujuan, serta dalang lain di balik layar. Janji Istana, setiap perkembangan baru dari kasus ini akan langsung dibuka dan disampaikan kepada publik. (Lucas)

Komentar