Dituduh Incar Kursi Wapres Gibran, Sufmi Dasco Buka Suara: Ini Hoaks Pengalihan Isu Makar!

Politik24 Dilihat

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, angkat bicara demi meredam rumor politik yang tengah memanas. Dasco membantah keras kabar burung yang menyebut dirinya berpeluang naik menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) seandainya Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya.

Secara tegas, Dasco memastikan bahwa spekulasi tersebut adalah berita bohong alias hoaks demi mengaburkan skandal yang lebih besar.

“Saya pastikan itu hoaks,” tulis Dasco melalui unggahan di akun X resminya pada Rabu (4/11) malam, yang kemudian ia bagikan ulang di Instagram, Kamis (5/11) pagi.

Aroma Pengalihan Isu Skandal Besar
Dasco mencium adanya motif terselubung di balik kemunculan isu dirinya mengincar kursi RI-2. Ia menduga kuat ada pihak yang sengaja menggulirkan rumor ini untuk mengalihkan perhatian publik dari polemik panas kasus penyadapan ilegal yang menyasar Presiden serta sejumlah pejabat tinggi negara.

“Ada upaya pengalihan isu dari hot isu penyadapan ilegal menjadi Dasco akan jadi cawapres,” ungkapnya lugas.

Kasus penyadapan yang dimaksud Dasco memang bukan perkara main-main. Bareskrim Polri saat ini telah menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam lingkaran kasus akses ilegal, penyadapan, hingga penghapusan data elektronik milik kepala negara.

Istana Sebut Mengarah ke Makar
Keseriusan skandal ini juga diaminkan oleh pihak Istana. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menilai tindakan penyadapan tanpa prosedur sah dan penghilangan barang bukti elektronik ini sudah melompati batas pelanggaran biasa karena mengancam keselamatan pimpinan tertinggi negara.

“Kami juga berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori, bisa kita anggap ini perbuatan mengarah ke perbuatan makar,” tegas Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Di tengah bergulirnya penyidikan kasus yang mengancam keamanan negara tersebut, Dasco meminta masyarakat untuk tetap jeli, fokus pada inti masalah, dan tidak mudah terprovokasi oleh rumor-rumor politik yang sengaja diembuskan di media sosial. (Lucas)

Komentar