Operasi Patuh Anoa 2026, Ditlantas Polda Sultra Dengarkan Keluhan Supir Hingga Petakan Jalur Rawan Kecelakaan

POLRI25 Dilihat

Kendari – Keselamatan penumpang angkutan umum tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan dan kedisiplinan pengemudi, tetapi juga keamanan jalur yang dilalui.

Untuk memastikan hal tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggandeng Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sultra dan PT Jasa Raharja menggelar pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check dalam rangka Operasi Patuh Anoa 2026.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (05/11/2026) itu menyasar sejumlah perusahaan otobus (PO), yakni PO Nurmiati, PO Batumonga, PO Sabar Menanti, dan PO Borlindo.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kendaraan angkutan penumpang memenuhi standar keselamatan sebelum beroperasi.

Petugas memeriksa sejumlah komponen penting kendaraan, mulai dari sistem pengereman, kondisi ban, lampu penerangan, hingga perlengkapan keselamatan. Kelengkapan administrasi kendaraan dan dokumen pengemudi juga menjadi bagian dari pemeriksaan.

Namun, upaya menjaga keselamatan perjalanan tidak berhenti pada pemeriksaan fisik kendaraan. Ditlantas Polda Sultra turut membuka ruang dialog dengan para pengemudi dan pengelola perusahaan otobus untuk mendengarkan pengalaman serta kendala yang mereka hadapi selama berada di jalan.

Dalam dialog tersebut, Dirlantas Polda Sultra menggali informasi mengenai sejumlah jalur yang dinilai berbahaya, khususnya titik rawan kecelakaan atau black spot. Kondisi jalan dengan tikungan tajam, tanjakan dan turunan ekstrem, kerusakan permukaan jalan, hingga minimnya fasilitas keselamatan menjadi perhatian.

Pengalaman para pengemudi yang setiap hari melintasi berbagai jalur di Sulawesi Tenggara dinilai penting untuk membantu kepolisian mengidentifikasi potensi bahaya yang mungkin belum terpetakan secara menyeluruh.

Informasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pendalaman dan pemetaan untuk dikoordinasikan bersama instansi terkait agar potensi kerawanan dapat ditindaklanjuti.

Dirlantas Polda Sultra menegaskan, keselamatan berlalu lintas harus dibangun melalui perhatian terhadap tiga aspek utama, yakni pengemudi, kendaraan, dan kondisi infrastruktur jalan.

“Keselamatan berlalu lintas harus kita lihat secara menyeluruh. Tidak cukup hanya memastikan pengemudinya tertib dan berkeselamatan, tetapi kendaraan yang digunakan juga harus laik jalan, serta jalur yang dilalui harus memiliki tingkat keselamatan yang memadai. Ketiganya harus berjalan seiring,” ungkap Dirlantas Polda Sultra.

Ia juga menilai pengalaman pengemudi angkutan umum perlu menjadi perhatian dalam upaya mencegah kecelakaan.

Sebab, para pengemudi merupakan pihak yang setiap hari berhadapan langsung dengan berbagai karakteristik jalan dan potensi bahaya di lapangan.

“Para pengemudi adalah pihak yang paling memahami kondisi jalur yang mereka lalui. Kita perlu mendengar di mana titik yang selama ini menjadi kekhawatiran mereka, apa potensi bahayanya, dan apa yang perlu diperbaiki. 

Informasi tersebut harus menjadi pijakan untuk melakukan langkah nyata bersama instansi terkait,” lanjutnya.
Melalui kolaborasi dengan BPTD Kelas II Sultra dan Jasa Raharja, Ditlantas Polda Sultra berharap kegiatan ramp check dapat memberikan manfaat lebih luas.

Tidak hanya memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, tetapi juga mendorong penanganan terhadap titik-titik jalan yang berpotensi membahayakan pengguna lalu lintas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan preventif Operasi Patuh Anoa 2026 yang mengutamakan pencegahan kecelakaan dan peningkatan kesadaran keselamatan, bukan semata-mata penindakan terhadap pelanggaran.

Sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat – Hadir, Berbuat, Bermanfaat”, Ditlantas Polda Sultra berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Dengan mendengarkan masukan pengemudi dan memperkuat koordinasi lintas instansi, diharapkan perjalanan angkutan umum semakin aman dan risiko kecelakaan dapat ditekan. (Risky)

Komentar