Jakarta – Partai Golkar menyiapkan peta jalan atau roadmap transformasi digital organisasi periode 2026–2029 dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini menjadi salah satu agenda strategis partai untuk memperkuat komunikasi politik, pengelolaan opini publik, serta efektivitas kerja organisasi di tengah perubahan lanskap digital.
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Rakornas MPO dan Seminar Lokakarya Kecerdasan Artifisial Partai Golkar 2026, Nurul Arifin, mengatakan perkembangan media sosial, algoritma digital, dan kecerdasan artifisial telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, membentuk opini, serta berinteraksi dengan partai politik.Golkar perlu memastikan seluruh perangkat organisasi memiliki kemampuan dan strategi komunikasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Partai Golkar perlu memastikan bahwa seluruh perangkat organisasi memiliki kemampuan, pemahaman, dan strategi komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” demikian disampaikan Nurul dalam laporan Ketua Panitia Penyelenggara pada pembukaan Rakornas MPO dan Semiloka Kecerdasan Artifisial Partai Golkar 2026 di Aula Utama DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Karya Kekaryaan di Era Kecerdasan Buatan: Transformasi Digital Partai Golkar Menuju Partai Modern” tersebut berlangsung selama dua hari, 6–7 November 2026.
Nurul menjelaskan, terdapat dua agenda utama dalam kegiatan tersebut. Pertama, Rakornas MPO untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun arah dan target kerja bidang Media dan Penggalangan Opini dari tingkat pusat hingga daerah.
Kedua, Semiloka Kecerdasan Artifisial yang bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan praktis kader dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung kerja organisasi, komunikasi publik, pengelolaan media sosial, serta kebutuhan kepemiluan.
Melalui kedua agenda tersebut, Golkar ingin memastikan pemanfaatan teknologi tidak sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi instrumen strategis yang dapat digunakan secara produktif, etis, dan bertanggung jawab.
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan pembahasan target besar MPO Golkar di era kecerdasan artifisial, pemanfaatan ekosistem digital dalam program Badan Saksi Nasional, literasi dan tata kelola AI, pembacaan peta isu dan opini publik, serta penguatan koordinasi dan transformasi digital partai.
Sementara itu, pada hari kedua, Sabtu (7/11/2026), kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya kecerdasan artifisial di Garuda Spark Innovation Hub, fX Sudirman, Jakarta. Peserta mendapatkan pembekalan teknik prompt engineering serta praktik pemanfaatan AI untuk pengelolaan media sosial, komunikasi publik, dan kebutuhan kepemiluan.
Lokakarya tersebut juga dilengkapi pembahasan mengenai algoritma TikTok dan kebijakan akun politik. Dengan pendekatan praktik langsung, peserta diharapkan mampu menerapkan teknologi AI dalam pekerjaan organisasi sehari-hari.
Nurul menyebut kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur organisasi, mulai dari pengurus DPP dan DPD Partai Golkar, organisasi Hasta Karya, organisasi sayap, kelompok kerja, tenaga ahli Fraksi Partai Golkar DPR RI, hingga pengelola media digital partai.
Dalam kerangka acuan kegiatan, panitia menetapkan target 150 peserta Rakornas MPO, 300 peserta seminar, dan 150 peserta lokakarya.
Lebih jauh, Nurul menegaskan kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan sejumlah rumusan strategis yang dapat menjadi pedoman transformasi digital Golkar dalam beberapa tahun mendatang.
Empat hasil utama yang ditargetkan adalah rumusan hasil Rakornas MPO yang memuat target, indikator kinerja, dan rencana aksi dari tingkat pusat hingga daerah; peta jalan transformasi digital Partai Golkar 2026–2029; pedoman etika dan tata kelola AI Partai Golkar; serta panduan praktis pemanfaatan AI untuk mendukung kerja kepemiluan, kepartaian, bidang MPO, dan sekretariat.
Menurut Nurul, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai forum koordinasi maupun peningkatan kapasitas, tetapi harus menghasilkan langkah nyata yang dapat diterapkan oleh seluruh jajaran organisasi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan organisasi serta transformasi digital Partai Golkar,” pungkas Nurul. (Fredy)













Komentar