Dokumen Rahasia Bocor, Rusia Siapkan 90 Peluncur Rudal Mematikan untuk Iran

Berita3 Dilihat

Washington, DC – Rusia dilaporkan tengah merencanakan pengiriman 90 unit peluncur rudal berpemandu canggih ke Iran. Rencana pasokan senjata bernilai strategis tersebut terungkap melalui kebocoran dokumen internal industri pertahanan Rusia yang memperlihatkan indikasi semakin eratnya kerja sama militer antara Moskwa dan Teheran.

Informasi sensitif ini mencuat ke publik pada Minggu (8/11/2026), di tengah situasi geopolitik yang dinamis sewaktu Washington tengah mempertimbangkan langkah strategis berikutnya terkait kebijakan luar negeri terhadap Iran pasca-pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS).

Dokumen produksi tersebut awalnya diperoleh oleh Dallas Analytics, sebuah perusahaan intelijen swasta yang berbasis di Ukraina, sebelum akhirnya dibagikan kepada media Inggris, The Guardian. Berkas rahasia itu merinci cetak biru jadwal produksi massal dan pengiriman peluncur untuk rudal lyogkaya mnogotselevaya upravlyayemaya raketa (LMUR), atau rudal terpadu multiguna ringan.

LMUR merupakan jenis senjata berpemandu presisi tinggi yang dioperasikan melalui helikopter serang. Militer Rusia tercatat telah menggunakan rudal jenis ini secara masif untuk menghantam berbagai target infrastruktur dan militer di Ukraina sejak invasi skala penuh dimulai pada tahun 2022.

Berdasarkan dokumen jadwal produksi yang disusun oleh perusahaan perancang rudal Rusia, Vympel, pada Mei 2024, pesanan 90 peluncur tersebut terdaftar dalam kontrak ekspor resmi dengan kode rahasia “K-10”. Dokumen internal sekunder yang menyertai berkas tersebut secara spesifik mengidentifikasi bahwa Kontrak K-10 merupakan pesanan militer yang ditujukan untuk pemerintah Iran.

Dalam dokumen manufaktur tersebut, pengiriman 90 peluncur rudal dijadwalkan berlangsung secara bertahap yang dimulai dari akhir tahun 2024 hingga ditargetkan selesai pada Desember 2025. Kendati demikian, laporan intelijen saat ini menyatakan belum ada kepastian faktual di lapangan apakah seluruh unit peluncur yang tertera dalam manifes tersebut telah sepenuhnya terkirim ke Iran atau masih tertahan di fasilitas produksi.

Selain dokumen mengenai peluncur rudal LMUR, berkas yang bocor tersebut juga memuat manifes jadwal produksi terpisah dari tahun 2023. Di dalamnya, tercantum pesanan enam unit pesawat latih jet Yak-130 untuk Iran. Informasi mengenai jet latih ini dinilai akurat karena sejalan dengan laporan publik sebelumnya yang mengonfirmasi bahwa Iran telah menerima pengiriman pesawat jenis tersebut dari Rusia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kementerian pertahanan Rusia maupun perwakilan pemerintah Iran di Teheran mengenai bocornya dokumen ekspor alutsista tersebut. (Risky)

Komentar