Ketua KPK: Integritas Tak Akan Tercapai Jika ASN Masih Kenal Jabatan Basah dan Kering

Nasional8 Views

Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyoroti masih banyak aparatur sipil negara (ASN) yang memandang jabatan berdasarkan potensi keuntungan. Bahkan, ada istilah jabatan ‘basah’ dan ‘kering’ di lingkungan birokrasi.

Hal ini disampaikan Setyo saat peluncuran Program Nasional Pembelajaran Integritas Berbasis E-Learning yang digelar bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN), Rabu (17/6/2026). Pola pikir semacam ini, menurutnya, harusnya segera diubah supaya penguatan integritas bisa tercapai.

“Kalau sumber daya manusianya tidak berubah, attitude-nya, maka integritas enggak akan tercapai kalau sumber daya manusianya masih bicara basah dan kering, jabatan basah, jabatan kering bahkan ada pameo, orang yang memiliki integritas yang luar biasa, kemudian, ya, teman-temannya bilang ‘ah karena kamu belum jabat situ aja, ah karena kamu belum dikasih aja, kamu belum dipercaya aja’,” kata Setyo dalam sambutannya.

Selain itu, Setyo juga menyinggung masih adanya pola pikir yang mempersulit pelayanan publik demi mendapatkan keuntungan tertentu.

“Kalau bisa diperlambat ngapain dipercepat, kalau bisa dipersulit ngapain dipermudah gitu. Kalau rantai birokrasinya bisa diperpanjang kenapa kemudian dipersingkat gitu,” tegasnya.

Kondisi ini, sambung Setyo, bisa jadi pintu masuk berbagai praktik korupsi seperti gratifikasi hingga pungutan liar. Tapi, kondisi tersebut dianggap lumrah oleh masyarakat maupun penyelenggara negara.

“Pameo-pameo seperti inilah yang menurut saya harus dihilangkan,” ujar eks Direktur Penyidikan KPK ini.

“Kalau itu dilakukan, yang terjadi akhirnya apa? Ada pungutan liar. Urusannya harusnya sepele, harusnya bisa dipertanggungjawabkan, tapi karena sesuatu dan lain hal mulailah ada gratifikasi, ada pungli yang paling kecil. Kemudian ada conflict of interest, konflik kepentingan. Ada trading in influence, pengaruh jabatan dan lain-lain,” imbuhnya.

Karena itu, Setyo berharap program pembelajaran integritas berbasis e-learning tidak hanya menjadi kegiatan seremonial melainkan dapat mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan ASN.

“Terakhir saya berharap bahwa urusan integritas ini ya yang disebutkan dengan perilaku anti korupsi ini saya berharap ini juga bisa menjadi sebuah lifestyle gitu. Gaya hidup yang tadi saya sebutkan dalam awal adalah bagian daripada budaya,” pungkasnya. (Latupapua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *