Jakarta – Ketua DPR Puan Maharani, mendorong agar pemulihan pascagempa di Sulawesi Tengah (Sulteng) dilakukan secara komprehensif. Ia juga meminta Pemerintah memastikan setiap kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.
“Dukacita mendalam kami sampaikan atas jatuhnya korban akibat gempa bumi di Sulawesi Tengah. Semoga warga yang terluka dapat segera pulih, dan kehidupan masyarakat setempat bisa segera kembali normal. Bantuan yang diberikan juga perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil/menyusui, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit komorbid,” ujar Puan, Jumat (19/6/2026).
Puan menilai, dampak gempa bumi yang mengguncang Sulteng dan menyebabkan ribuan warga terdampak serta ratusan rumah mengalami kerusakan harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Ia mengatakan, dibalik data kerusakan bangunan dan infrastruktur, terdapat ribuan keluarga yang saat ini menghadapi ketidakpastian mengenai tempat tinggal, aktivitas ekonomi, pendidikan anak, hingga keberlanjutan kehidupan sehari hari mereka.
“Karena itu, penanganan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada pendataan kerusakan fisik semata tapi harus berorientasi pada pemulihan kehidupan warga secara menyeluruh,” imbuhnya.
Puan menegaskan, Negara harus memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dalam waktu yang secepat mungkin. Menurutnya, proses rehabilitasi harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh.
“Rumah yang rusak memang harus segera diperbaiki, namun pemulihan tidak boleh berhenti pada pembangunan kembali bangunan yang roboh,” tegas Puan.
Mantan Menko PMK ini menyebut, banyak keluarga terdampak yang kehilangan kemampuan untuk bekerja sementara waktu. Puan juga menyebut, bencana biasanya juga menyebabkan masyarakat mengalami gangguan pendapatan, atau harus menanggung biaya tambahan akibat kerusakan tempat tinggal mereka.
“Dengan kondisi tersebut, Pemerintah perlu memastikan bantuan yang diberikan tidak hanya berupa logistik dan material pembangunan rumah, tetapi juga dukungan terhadap pemulihan ekonomi keluarga terdampak,” katanya.
Puan menekankan, masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan akibat bencana memerlukan kepastian proses pemulihan tidak akan membuat mereka semakin terpuruk secara ekonomi.
“Penting juga untuk mempercepat proses verifikasi kerusakan rumah dan pencairan bantuan stimulan perbaikan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, gempa bumi besar dengan magnitudo 6,7 mengguncang Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (16/6). Wilayah terdampak tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso dan Parigi Moutong. Pemerintah Provinsi(Pemprov) Sulteng telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di wilayahnya.
Gempa di Sulteng menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Selain itu, terdapat 15 korban luka berat dan 64 korban luka ringan. Musibah ini juga menyebabkan 2.012 kepala keluarga (KK) atau 6.458 jiwa terdampak.
Berdasarkan data terbaru, ribuan rumah rusak ringan hingga berat akibat gempa. Berbagai fasilitas umum pun mengalami kerusakan, meliputi 35 fasilitas ibadah, 10 fasilitas pendidikan, 11 gedung perkantoran, dua jembatan, lima UMKM, hingga satu rumah adat. (Norman)






