Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Nepal Dilaporkan Capai Lebih dari 1.280 Orang

Berita4 Dilihat

Kathmandu – Lebih dari 1.280 orang dilaporkan tewas akibat banjir dan longsor di Nepal, serta lebih dari 5.600 orang masih dinyatakan hilang di kedua sisi perbatasan Tiongkok-Nepal, termasuk setidaknya 550 warga negara asing.

Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana (NDRRMA) Nepal menyatakan 1.252 jenazah telah ditemukan, dan ratusan pekerja diperkirakan terjebak di dalam pembangkit listrik tenaga air, termasuk di dalam terowongan, di dekat perbatasan dengan Tiongkok.

“Kami masih berharap ada korban selamat di dalam sana,” kata Sanjay Kc, seorang petugas dari departemen teknik Angkatan Darat Nepal, yang terus berupaya menyingkirkan lumpur untuk bisa masuk ke dalam terowongan pembangkit listrik.

“Karena di dalamnya terdapat instalasi pembangkit listrik yang besar—sebuah ruangan yang luas—kami merasa bahwa seluruh area pembangkit listrik tersebut tidak terendam banjir,” imbuhnya, dilansir dari Al Jazeer, Jumat (4/9/2026).

Kemudian di wilayah terdampak lainnya, pihak berwenang mengerahkan segala sarana yang tersedia, termasuk tali luncur dan helikopter, untuk menyelamatkan warga yang terjebak di desa-desa terpencil.

Di ibu kota Kathmandu, tim forensik sedang berupaya melakukan identifikasi terhadap jenazah-jenazah yang ditemukan. Sementara tim penyelamat terus berupaya mencari korban selamat sembari memulai upaya rehabilitasi dan pembangunan kembali. (Lucas)

Komentar