ID. Buzz Siap Lahir Kembali di 2028

Otomatif3 Dilihat

VW mengambil langkah ekstrem untuk menyembuhkan luka masa lalunya di pasar Amerika Serikat. Setelah generasi pertama minivan listrik retro ini diterpa badai kritik akibat harganya yang selangit dan sistem komputernya yang sering bermasalah, raksasa otomotif Jerman tersebut memilih untuk menghentikan sementara penjualannya untuk tahun model 2026 dan 2027. Langkah ini diambil bukan untuk menyerah, melainkan untuk merancang ulang sebuah strategi maut demi melahirkan kembali mobil ikonik ini pada tahun model dua ribu dua puluh delapan.

CEO Volkswagen, Thomas Schäfer, bahkan mengakui secara blak-blakan dalam sebuah pameran otomotif di Paris bahwa model pendahulunya berdiri di atas basis biaya yang keliru, sehingga sangat sulit untuk meraih kesuksesan di pasar. Berangkat dari evaluasi mendalam tersebut, generasi kedua dipersiapkan dengan perombakan total, dimulai dari pemangkasan harga yang sangat radikal. Kendaraan yang awalnya dijual dengan harga pembuka di atas enam puluh satu ribu dolar AS tersebut kini ditargetkan meluncur dengan harga awal di kisaran lima puluh ribu dolar AS. Penurunan harga yang setara dengan ratusan juta rupiah ini sengaja dilakukan agar mereka bisa bertarung di kelas yang sama dengan para pesaing beratnya seperti Kia EV9, varian dasar Tesla Model Y tiga baris, hingga minivan konvensional layaknya Toyota Sienna dan Honda Odyssey.

Kunci utama di balik penurunan harga yang drastis ini terletak pada perubahan teknologi baterai. Volkswagen memutuskan meninggalkan jenis baterai litium-ion nikel-kobalt-mangan yang mahal dan beralih ke baterai litium-besi-fosfat yang biaya produksinya jauh lebih bersahabat. Walaupun jenis baterai baru ini dikenal memiliki kelemahan di bawah paparan cuaca dingin karena performa pengisian dayanya bisa merosot, Volkswagen mengakalinya dengan memasang sistem pemanas baterai mutakhir serta arsitektur pengisian daya bertegangan lebih tinggi agar pengisian cepat tetap bisa dinikmati dalam kondisi optimal.

Selain masalah harga dan baterai, kenyamanan pengguna di dalam kabin juga menjadi fokus utama pembenahan. Mengingat model sebelumnya sering dihujat karena sistem perangkat lunak yang lambat dan kendali sentuh kapasitif yang tidak praktis, Volkswagen memutuskan untuk mengembalikan kejayaan tombol-tombol fisik di dalam kabin agar pengemudi bisa berkendara dengan lebih fokus. Untuk urusan sistem operasi kendaraan, mereka memanfaatkan teknologi dari perusahaan hasil kemitraan mereka dengan Rivian yang mengadopsi arsitektur perangkat lunak zonal. Sistem ini memotong jalur kabel yang rumit dan menyederhanakan unit kontrol elektronik, sehingga komputer mobil dapat bekerja lebih cepat dan terhindar dari konflik sistem yang menjengkelkan.

Seluruh pembaruan ini dapat terwujud berkat penggunaan platform modular terbaru yang dinamakan Scalable Systems Platform. Arsitektur masa depan ini akan menggantikan platform lama di lingkungan Volkswagen Group, memungkinkan efisiensi produksi dalam skala besar yang pada akhirnya membuat harga mobil listrik menjadi semakin kompetitif dan mendekati harga mobil bermesin bensin. Dari segi penampilan, kepala desain mereka menegaskan bahwa mobil ini tidak akan terjebak dalam nostalgia desain retro yang membosankan. Meskipun demikian, karakter kuat dari Microbus klasik seperti wajah depan yang khas, logo lingkaran besar di area hidung mobil, serta kombinasi warna bodi dua warna diperkirakan akan tetap dipertahankan untuk menjaga identitas legendarisnya di jalanan Amerika. (Natalia)

Komentar