Dua Kapal Pertamina Tertahan Karena Selat Hormuz Ditutup Lagi

Berita30 Views

Jakarta – Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Padahal sebelumnya dikabarkan kapal tersebut siap kembali ke Tanah Air.

Adapun kapal yang dimaksud yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Kedua kapal tersebut sudah tertahan sekitar dua bulan sejak Maret lalu.

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita membenarkan kondisi tersebut. Kata dia, pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz.

“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (19/4/2026).

Namun, Pertamina tak menjelaskan lebih lanjut alasan mengapa kedua kapal tersebut gagal berlayar. Padahal sehari sebelumnya dikabarkan siap kembali ke Indonesia.

Meski begitu, Vega mengatakan Pertamina terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman.

Vega menekankan prioritas utama perusahaan saat ini adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya.

“Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” ucapnya.

Sekadar informasi, sebelumnya pemerintah Iran mengumumkan telah membuka penuh jalur pelayaran untuk seluruh kapal komersial di Selat Hormuz.

Jalur tersebut dibuka setelah adanya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Namun, militer Iran kembali menutup selat tersebut beberapa jam kemudian. Keputusan itu diambil lantaran Amerika Serikat (AS) terus memblokade keluar-masuk kapal ke pelabuhan di negaranya. (Norman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *